Bara Hasibuan: PAN Tak Pernah Intervensi Presiden Soal Reshuffle Kabinet

Bara Hasibuan: PAN Tak Pernah Intervensi Presiden Soal Reshuffle Kabinet

M Iqbal - detikNews
Selasa, 29 Des 2015 12:59 WIB
Bara Hasibuan: PAN Tak Pernah Intervensi Presiden Soal Reshuffle Kabinet
Foto: M Iqbal
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan tak pernah mendesak Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet dan meminta jatah kursi menteri. PAN menegaskan pernyataan elite yang menyinggung soal jatah dua kursi menteri bukanlah pernyataan resmi partai.

Elite PAN yang mengumbar klaim partainya bakal mendapat jatah dua menteri di kabinet kerja adalah Aziz Subekti. Ketua DPP PAN itu mengaku mendapatkan informasi valid dari Istana soal dua jatah kursi menteri untuk PAN yakni Menhub dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Posisi Aziz Subekti tidak menggambarkan instruksi ketum atau sikap resmi partai. Kami tidak tahu persis motivasi Aziz Subekti mengatakan hal tersebut dan kami sedang menyelidiki dan hasilnya akan kami sampaikan kepada Ketum," kata Waketum PAN Bara Hasibuan dalam konferensi pers di Kantor DPP PAN, Jl Senapati, Jakarta, Selasa (29/12/2015).

Pernyataan Aziz ditegaskan merugikan partai. Karena pernyataan itu kemudian direspons keras oleh parpol pendukung pemerintah dan seolah-olah PAN adalah partai yang haus kekuasaan.

"Posisi itu merugikan kepentingan partai. Karena kami tidak pernah mendesak Presiden agar memilih nama tertentu dari PAN atau pun memaksa masuk kabinet. Posisi kami bahwa soal reshuffle itu sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden," kata Bara.

Ketua DPP PAN Aziz Subekti adalah elite PAN yang secara gamblang mengungkap partainya bakal dapat jatah dua menteri di kabinet kerja. Dia bahkan menyebut dua pos menteri yang akan diperoleh PAN dalam reshuffle kabinet yang tak lama lagi bakal diumumkan.

"Informasi dari kalangan Istana demikian, kami mendapat jatah 2 menteri. Saya rasa informasinya cukup valid," ujar Azis Subekti, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/12/2015). Pernyataan ini yang kemudian memantik kontroversi. Dan akhirnya DPP PAN mengklarifikasi hal tersebut pada hari ini.

(van/nrl)


Berita Terkait