"Kita terima kasih sama orang Kemendagri," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2015).
Kemendagri menerima dokumen APBD DKI 2016 dari TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu (23/12). Dokumen tersebut diterima di Unit Layanan Administrasi (ULA) Kemendagri. Namun, sistem kerja ULA sudah tutup sejak pukul 15.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dia (Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar) lihat dari format yang kita kirim sekarang lebih mudah sisirnya daripada dulu. Dia kan hanya memperhatikan kompenen belanja langsung dan tidak langsung tuh proporsinya seperti apa," terangnya.
"Beliau kan inginnya uang dipakai untuk pembangunan, pelayanan, belanja subsidi. Semua sudah kita penuhi. Kita lebih besar belanja subsidi untuk transportasi, bantuan KJP besar. Itu yang dia ingin lihat," lanjut Ahok.
Ahok optimistis penyerapan anggaran 2016 juga bisa jauh lebih tinggi daripada 2015 yang katanya mencapai 67%. Tak tanggung-tanggung, Ahok menargetkan serapan anggaran tahun depan mencapai di atas 90%.
Salah satu faktornya karena lelang proyek setiap dinas untuk 2016 sudah dilakukan. Sehingga, pelaksanaannya bisa langsung dilakukan tahun depan.
"Pokoknya tahun depan kita yakin penyerapannya cepat, ini saja saya sudah instruksikan Pak Heru cairkan yang deposito karena persediaan uang kita enggak ada. Kan uang pajak masuk nih, kita penyerapannya bisa kencang di Januari 2016 kayak pembelian barang-barang untuk kelurahan (breaker) termasuk untuk kecamatan (hotmix)," kata Ahok.
"Saya rasa (penyerapan anggaran DKI 2016) bagus, bisa 90% lah," pungkasnya. (aws/hri)











































