detikNews
Selasa 29 Desember 2015, 08:55 WIB

Sejarawan: Wajah Gajah Mada Karya M Yamin Pertama Ada Tahun 1945

Danu Damarjati - detikNews
Sejarawan: Wajah Gajah Mada Karya M Yamin Pertama Ada Tahun 1945 Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kini sudah terang benderang bahwa gambaran sosok Gajah Mada selama ini hanya sekadar imajinasi, bukan gambaran berdasar objek aslinya. Agar anak-anak sekolah tak salah paham, maka buku-buku pelajaran perlu lebih jelas dalam menyajikan gambaran itu.

"Akan menjadi salah apabila gambaran Gajah Mada yang tercantum di buku pelajaran disajikan tanpa keterangan. Seharusnya, gambar itu diberi keterangan bahwa itu hanya ilustrasi belaka," kata sejarawan dari Universitas Gadjah Mada, Bahaudin, kepada detikcom, Selasa (29/12/2015).

Dosen sejarah di Fakultas Ilmu Budaya UGM ini memandang hal itu perlu segera dilakukan, supaya anak-anak sekolah sadar betul bahwa gambar itu bukanlah cerminan Gajah Mada yang asli. Soalnya, gambar imajiner itu sudah menjadi fakta mental di masyarakat.

"Itu kekuatan imajinasi Mohammad Yamin (pernah menjadi Menteri Penerangan era Soekarno), kemudian masuk ke bawah sadar manusia. Dan itu didoktrin masuk pelajaran SD, SMP, SMA, dan masyarakat meyakini itu adalah tokoh Gajah Mada," tilik Bahaudin.

Penting untuk meluruskan pemahaman generasi muda mulai kini. Soalnya hal yang khayal bisa menjadi fakta bila diulang terus menerus, paling tidak menjadi fakta mental.

"Misalnya Nyi Roro Kidul itu mitos, namun masyarakat di Pantai Selatan Jawa pecaya. Inilah yang disebut fakta mental, yang membuat mereka melakukan upacara labuhan laut, dan sebagainya," katanya sekadar memberi analogi dan deskripsi.

Bahaudin menyatakan, gambaran Gajah Mada yang dikenal sekarang, yakni sosok berwajah garang, bertatapan mata tajam, dan menyiratkan kegagahan, itu adalah hasil karya Mohammad Yamin. Pertama kali, gambaran itu terbit tahun 1945.

"Kalau Gajah Mada memang pertama yang membuat ilustrasi adalah M Yamin di bukunya yang berjudul 'Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara, terbit pertama kali tahun 1945'," kata Bahaudin.

Ada pula gambaran lain soal sosok Gajah Mada, lepas dari yang diilustrasikan M Yamin, yakni hasil penelitian arkeolog Universitas Indonesia Agus Aris Munandar. Dia mengilustrasikan Gajah Mada selayaknya sosok Bima dalam pewayangan, yakni berkumis melintang.



"Itu hasil interpretasi beliau (Agus Aris Munandar) yang menyimpulkan bahwa Gajah Mada adalah sosok yang juga dipuja oleh pengikutnya dan kemudian diwujudkan ke dalam sosok Bima atau Brajanata. Karena pada waktu itu, hanya raja dan ratu yang bisa diwujudkan dalam bentuk patung seperti patung Rajapadmi Tribuana Tungga Dewi atau Patung Ken Dedes, sementara Gajah Mada bukan raja," tutur Bahaudin.
(dnu/ear)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com