Disebut 'Penumpang Gelap' di Kabinet, ini Kata Sekjen PAN

Disebut 'Penumpang Gelap' di Kabinet, ini Kata Sekjen PAN

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 29 Des 2015 06:58 WIB
Disebut Penumpang Gelap di Kabinet, ini Kata Sekjen PAN
Ilustrasi massa PAN (Foto: dok. DPP PAN)
Jakarta - Isu kocok ulang alias reshuffle Kabinet Kerja dengan masuknya kader PAN menjadi sorotan dan kian menguat. Salah satu parpol pendukung pemerintah, Partai Hanura mengingatkan agar Jokowi tak mengangkut penumpang gelap.

Apa tanggapan Sekjen PAN Eddy Soeparno?

"Sebenarnya soal reshuffle saya enggak mau komentar lagi. Kalau komentar takut jadi tambah polemik dan urusan," ujar Eddy saat dihubungi, Senin (28/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menekankan pernyataan yang disampaikan Ketua DPP PAN Aziz Subekti terkait dua jatah menteri untuk PAN tidak valid. Ditegaskanya kembali, sejauh ini belum ada kesepakatan apapun dengan Presiden Jokowi termasuk posisi menteri.

"Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, belum ada komunikasi, kesepakatan dengan Pak Jokowi. Tak ada itu termasuk soal kabinet," sebutnya.

Terkait pernyataan dari sejumlah kader parpol pendukung pemerintah, Eddy enggan menanggapi secara gamblang. Ia tak ingin justru persoalan ini jadi perdebatan yang berkepanjangan.

"Biarkan partai lain berkomentar. Itu hak mereka untuk berpendapat. Saya tak perlu perpanjang yang buat polemik," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP Hanura Miryam Haryani mengatakan bila memang ada reshuffle maka Presiden Jokowi mesti mempertimbangkan kader yang dinominasikan. Salah satu pertimbangannya adalah perjuangan bersama saat di Pilpres 2014. Ia berpendapat pendatang baru di Kabinet Jokowi tak ikut berjuang sejak Pilpres sehingga tak memiliki tiket.

"Jangan sampai juga penumpang baru ini adalah penumpang gelap yang tidak punya tiket," ujar Miryam, Senin. (hty/dnu)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini