Anggota Koramil dan Raider Segera Beri Bantuan Saat Polsek Sinak Diserang

Anggota Koramil dan Raider Segera Beri Bantuan Saat Polsek Sinak Diserang

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 29 Des 2015 01:49 WIB
Anggota Koramil dan Raider Segera Beri Bantuan Saat Polsek Sinak Diserang
Ilustrasi. Foto: Okta Wiguna
Papua - Kelompok bersenjata menyerang Polsek Sinak, Kab Puncak, Papua, dan menewaskan tiga anggota polisi. Personel TNI yang bertugas di Sinak pun segera membantu saat peristiwa itu terjadi.

Dalam kronologis yang diterima detikcom dan dikonfirmasi pihak Kodim Puncak Jaya, penyerangan berawal dari letusan tembakan di Honai yang berada di belakang markas Mapolsek Sinak, Minggu (27/12) pukul 20.30 WIT.Β  Selang dua menit, kelompok bersenjata itu masuk dari pintu belakang markas setelah mendapat akses dari seorang warga yang sehari-harinya menjadi pembantu di Polsek.

Kelompok tersebut lalu menembaki empat orang anggota Polsek Sinak yakni Bripda Riyan (terkena tembakan di tangan), serta tiga orang lainnya yang akhirnya tewas yaitu Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham. Bripda Riyan dan Briptu Dumata terluka namun berhasil selamat dari seragan yang dilakukan belasan orang itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Koramil Sinak yang markasnya berjarak sekitar 150 meter dari Polsek Sinak segera memberi bantuan pada sekitar pukul 20.40 WIT. Penyerang yang berjumlah banyak itu segera melarikan diri setelah menembaki Mapolsek Sinak dan mencuri enam pucuk senjata serta satu peti amunisi.

"Anggota saya refleks, begitu kejadian langsung bergerak membantu," ujar Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Bayu Sudarmanto saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/12/2015) malam.

Saat kejadian, 17 anggota Koramil Sinak lengkap berada di markas. Sehingga mereka segera dapat membantu korban dan berusaha mengejar para pelaku.

"Kebetulan anggota lengkap, ada semua 17 personel. Tidak ada yang mengajukan cuti Natal atau tahun baru. Posisi siaga semua, kemudian juga anggota Yonif 751/Raider juga ikut membantu," tutur Bayu.

Pos Satgas Yonif 751/Raider berada di sekitar pasar di distrik tersebut dan berjarak sekitar 500 meter dari Mapolsek Sinak. Meski begitu karena keadaan di wilayah tersebut yang susah transportasi dan sinyal, disebut Bayu komunikasi menjadi kendala.

"Sinyal dan transportasi sulit sekali di sana. Jadi bukan hanya susah sinyal, tapi memang tidak ada di sinyal sama sekali sehingga komunikasi susah," ucapnya.

Bayu bersama Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan Bupati Puncak Willem Wandik Senin (28/12) pagi segera berangkat ke Sinak untuk memantau lokasi. Mereka harus menumpang pesawat perintis untuk bisa mencapai Distrik yang berada di wilayah pegunungan Papua itu.

"Soal ada kabar pesawat kami ditembaki itu tidak benar. Saya bersama pak Kapolda dan pak Bupati baik-baik saja. Kami membawa turun 3 anggota Polri yang gugur dan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura," jelas Bayu.

Usai penyerangan Polsek Sinak, KSAD Jenderal Mulyono sudah memerintahkan agar seluruh satuan di Papua dan di daerah rawan termasuk komando wilayah untuk waspada. Meski begitu, Bayu menyatakan belum ada penambahan personel TNI untuk di Distrik Sinak. Berdasarkan informasi yang didapat detikcom, penambahan personel baru dilakukan oleh satuan Brimob dari Timika.

"Dari kami belum (ada tambahan), tapi dari (Yonif) 751/Raider tetap siaga. Brimob ada tambahan. Kantornya kan (Polsek Sinak) harus dijaga. Sinergitas bagus sekali antara TNI dan Polri, termasuk oleh masyarakat. Sehingga semua bisa segera ditangani," tutup Bayu. (elz/dnu)


Berita Terkait