"Dalam satu tahun ini, ada 3-4 kali pengungkapan perdagangan manusia," kata Retno saat berbincang dengan redaksi detikcom di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2015).
Retno menuturkan dirinya bergabung dengan sejumlah grup WhatsApp buruh migran internasional. Dari grup-grup itu dia mendapat banyak informasi soal kondisi WNI di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernah ada informasi, tolong, Bu, saya disekap. Alamat saya ada di sini dan sebagainya. Dari informasi itu saya cari kedutaan dan KJRI-nya, saya minta mereka mengecek. Dan, benar saja ternyata informasi itu benar," ujar Retno menuturkan salah satu pengungkapan kasus human trafficking.
Retno menerangkan 60 persen porsi tugasnya adalah untuk melindungi WNI. Tugas lain, di antaranya adalah untuk membuat masyarakat paham politik luar negeri Indonesia.
"Di dalam era kepemimpinan Pak Jokowi-JK, keberpihakan terhadap rakyat sangat kentara. Mau tak mau kita harus membumikan politik luar negeri, dan membuat politik luar negeri itu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar eks Dubes RI untuk Belanda ini.
Retno menjelaskan salah satu upaya yang telah dilakukan kementeriannya untuk melindungi WNI adalah bekerja sama dengan seluruh operator selular Indonesia. Sekarang ini, WNI akan otomatis menerima SMS informasi soal kedutaan Indonesia saat tiba di suatu negara.
Lebih jauh, Retno menjelaskan ada 4 prioritas kerja Kemenlu, yaitu:
1. Perlindungan WNI
2. Perlindungan teritorial NKRI
3. Diplomasi ekonomi
4. Meningkatkan peran Indonesia baik di kawasan maupun di dunia internasional. (tor/faj)










































