"Saya rasa di rapat kabinet enggak pernah ada apa-apa, saya itu juga heran juga, kok di luar ramai sekali tapi di rapat kabinet enggak pernah ada itu. Kalau rapat kabinet hanya informasi apa yang sudah dilakukan dan apa yang akanย dikerjakan dan masalah-masalah apa yang muncul di lapangan ini yang dibicarakan," ujar Nasir kepada wartawan di gedung Kemenristekdikti, Jl Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (28/12/2015).
Nasir mengatakan, selama menghadiri rapat kabinet, Presiden Joko Widodo bersama menterinya hanya membahas seputar pekerjaan dan rencana program untuk tahun depan. Sehingga dia merasa bingung dengan isu reshuffle yang sudah berkembang luas di publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menanggapi sorotan partai pendukung pemerintah terhadap kinerja menteri nonparpol, yang dianggap Wasekjen PKB Daniel Johan sumber kegaduhan . "Saya sendiri enggak tahu, itu hak prerogatif Presiden ya, saya hanya tugasnya kerja dan kerja. Tentang masalah reshuffle, apakah itu nantinya dari partai atau nonpartai itu Presiden yang tahu persis, kami sendiri nggak tahu," kata politikus PKB tersebut.
Nasir mengaku siap apabila isu reshuffle menjadi kenyataan dan dirinyalah yang akhirnya diganti. Menurutnya pergantian tersebut merupakan hak yang dimiliki Presiden.
"Setiap saat saya siap.ย Saya itu kan dosen, jadi nggak ada masalah bagi saya, hal itu Presiden yang punya hak, kami hanya bekerja dan bekerja. Presiden juga yang tahu bagaimana kinerja para menteri, apa saja yang sudah dicapai, kalau Ristekdikti ini yang sudah dilakukan," kata dia.
"Setiap saat, anytime saya siap di mana saja. Saya ingin mengabdi untuk negara di manapun tempatnya. Yang penting bagaimana Indonesia makin maju, itu saja. Siapapun yang melakukan hal ini supaya ke depan makin lebih baik," sambung Nasir.
Saat ini PKB memiliki empat perwakilan di Kabinet Kerja, yaitu Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Jafar, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, dan Menristekdikti M Nasir.
(rni/tor)











































