Penumpang Bercanda Bawa Bom dan Granat di Pesawat, Ini Analisis Kemenhub

Penumpang Bercanda Bawa Bom dan Granat di Pesawat, Ini Analisis Kemenhub

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 28 Des 2015 09:31 WIB
Penumpang Bercanda Bawa Bom dan Granat di Pesawat, Ini Analisis Kemenhub
Ilustrasi (Foto: Fuad Hasim)
Jakarta - Penumpang pesawat Lion Air JT 728 dengan rute Jakarta-Kendari membuat geger Sabtu (26/12) lalu karena bercanda membawa granat. Di hari yang sama, penumpang Batik Air rute Kupang-Jakarta juga bercanda membawa bom. Apa analisis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) atas kejadian ini?

"Saya juga berfikir ini, fenomena apa yang terjadi," kata Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) M Nasir saat dihubungi detikcom lewat telepon, Minggu (27/12/2015).

Baca juga: Penumpang Sempat Bercanda Bawa Granat, Lion Air Jakarta-Kendari Ganti Pesawat

"Saya tanya, kok Lion Group lagi, ini kenapa? Saya juga sedang mencari-cari, apakah mungkin masyarakat kita ini suka kesalan, emosional. mungkin aja sering terlambat, atau mungkin pelayanan kurang, sehingga masyarakat itu ada dendam, Nah begitu ditanya sedikit oleh cabin crew, emosional, langsung mengeluarkan kata-kata (ancaman). Ini yang sedang saya cari kenapa fenomena masyarakat kita begini," sambung Nasir memaparkan.

Baca juga: Ada 5 Kasus Candaan Bawa Bom di Pesawat yang Ditangani Kemenhub

Nasir heran. Dia mengaku sudah banyak sosialisasi dilakukan Kemenhub agar penumpang tak bercanda apapun terkait keamanan dan keselamatan penerbangan. Karena hal ini meresahkan, dia pun berharap kejadian serupa tak terulang.

"Masyarakat janganlah bercanda lagi dengan kata-kata begitu, itu sensitif sekali. Pasal 437 Undang-undang No 1 Tahun 2009 mengatakan bahwa informasi palsu dapat dipenjara," jelasnya. (hri/ndr)


Berita Terkait