Nama Sekda DKI Dipertimbangkan Gerindra Maju 2017, Ahok: Bagus Dong

Nama Sekda DKI Dipertimbangkan Gerindra Maju 2017, Ahok: Bagus Dong

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 28 Des 2015 09:04 WIB
Nama Sekda DKI Dipertimbangkan Gerindra Maju 2017, Ahok: Bagus Dong
Foto: Ayunda/detikcom
Jakarta - Partai Gerindra tengah mempertimbangkan 8 calon nama penantang Basuki T Purnama (Ahok) untuk memperebutkan kursi DKI-1 dalam Pilgub 2017 mendatang. Salah satu nama yang santer muncul adalah Sekda DKI Saefullah.

Bagaimana tanggapan Ahok?

"Bagus dong. Tapi dia mesti mengundurkan diri sebagai PNS (kalau mau nyagub). Selalu patokan aku makin banyak yang ikut berarti makin bagus, ya dong," ujar Ahok saat diminta tanggapan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/12/2015).

Ahok tidak mempermasalahkan apabila Saefullah nantinya benar-benar dicalonkan oleh Gerindra. Sebab menurut Ahok, itu artinya selama ini Saefullah dinilai bekerja baik.

"Kalau Pak Saefullah ingin jadi gubernur, dia pasti kerjanya bagus dong. Kalau enggak bagus kan langsung enggak laku. Nah kalau kerjanya bagus, yang ketolong siapa? Orang DKI," sebutnya.

"Aku juga ketolong kalau (Saefullah) kerjanya bagus dan rajin. Ya enggak? Bagus kalau dia mau nyalon," sambung Ahok.

Sampai dengan saat ini, Ahok mengaku dirinya tidak memiliki persiapan khusus menghadapi Pilgub 2017 mendatang. Mengenai dukungan lewat KTP untuk calon independen pun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada kelompok relawan Teman Ahok yang selama ini gencar mengumpulkan KTP.

"Persiapan saya ya tunggu KTP sejuta saja. Kalau 500 ribu KTP diverifikasi kan bisa juga enggak lolos macam-macam. Saya mah fokus kerja saja, dia (Teman Ahok) yang kerja ngumpulin sejuta kok bukan aku yang kerjain ini," kata dia sambil tersenyum.

Mengenai siapa calon wakil gubernur (wagub) yang nanti bakal digandengnya, Ahok mengatakan hingga kini belum terpikirkan. Terkait ada atau tidaknya peluang maju bersama Saefullah, Ahok pun menjawab sekenanya.

"Enggak tahu. Tergantung Teman Ahok nanti. Kalau bisa PNS yang bagus ya, supaya (menghapus) stigma jelek. Sekarang stigma orang, pejabat itu pasti malas, korupsi dan bodoh. PNS gitu, politisi juga begitu," kata Ahok.

Baginya kriteria terpenting calon wagub yang pas mendampingi maju dalam Pilgub 2017 adalah orang yang bersih dari korupsi dan lain sebagainya. Sehingga bisa dijadikan role model bagi seluruh warga DKI.

"Nah kita buktikan, kerja dari pagi sampai malam, enggak korupsi dan enggak terima suap. Nah terus kalau ada PNS bisa maju, itu juga bisa buktikan dia bersih enggak korupsi. Yang penting itu saja saya ingin PNS yang enggak terima suap, enggak korupsi dan enggak terlibat kasus gitu loh," pungkasnya.

Sebelum ini, ada 8 nama yang dipertimbangkan Gerindra untuk jadi calon Gubernur DKI penantang  Ahok. Nantinya, Ketum sekaligus Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto yang memutuskan siapa tokoh yang diusung partai tersebut.

Adapun 8 nama bakal calon sementara dari Gerindra yaitu Ketua DPD DKI Gerindra M Taufik, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Ketua Komisi D DPRD DKI Muhammad Sanusi, Mantan Pangdam Jaya Mayjen (Purn) Sjafrie Syamsudin, Anggota Dewan Pembina Gerindra Sandiaga S. Uno, Anggota DPR Biem Benyamin, dan Sekda Provinsi DKI Saefullah. Nama ini masih sementara, dan kemungkinan masih bisa berubah.

(aws/dra)


Berita Terkait