"Kami akan mengombinasikan antara kekuatan yang ada, figur calon gubernur, dengan kerja partai yang kuat. Kami 15 orang (di DPRD DKI), kurang 5 kursi, karena itu akan bicara dengan semua partai KMP, juga KIH. Dengan semua partai di Jakarta, kita juga sudah halo-halo," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di sela konsolidasi penjaringan bakal cagub DKI di GOR Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/12/2015).
Gerindra akan mengajak parpol lain bekerja sama, karena Ahok sudah memilih jalur independen, tak terikat parpol lain. Gerindra akan menyiapkan calon terbaik yang berpotensi mengalahkan Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani yakin Gerindra akan menemukan tokoh penantang Ahok. Gerindra akan lebih condong ke kader internal.
"Kami semua punya stok banyak sehingga sekarang posisi kami lebih siap dalam menghadapi banyak kemungkinan," tuturnya.
Sejauh ini sudah ada delapan nama bakal calon gubernur dari Gerindra, yaitu Ketua DPD DKI Gerindra M Taufik, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Ketua Komisi D DPRD DKI Muhammad Sanusi, Mantan Pangdam Jaya Mayjen (Purn) Sjafrie Syamsudin, Anggota Dewan Pembina Gerindra Sandiaga S Uno, Anggota DPR Biem Benyamin, dan Sekda Provinsi DKI Saefullah. Nama ini masih sementara, dan kemungkinan masih bisa berubah. (hty/tor)











































