Penumpang TransJ di Ragunan Membludak, Anak-anak Menangis karena Berdesakan

Penumpang TransJ di Ragunan Membludak, Anak-anak Menangis karena Berdesakan

Stephen Willy - detikNews
Minggu, 27 Des 2015 16:30 WIB
Penumpang TransJ di Ragunan Membludak, Anak-anak Menangis karena Berdesakan
Antrean penunpang di pintu masuk halte TransJakarta Ragunan (Foto: Stephen Willy/detikcom)
Jakarta - Hari ini Ragunan disesaki pengunjung yang ingin bertamasya dan sebagian besar menggunakan bus TransJakarta. Sayangnya, karena jumlah penumpang yang membludak, desak-desakan pun tak terhindarkan saat antre di pintu masuk halte TransJakarta.

Antrean panjang ini terjadi di depan 4 pintu masuk halte TransJakarta Ragunan, Minggu (27/12/2015) sekitar pukul 15.45 WIB. Kebanyakan penumpang adalah keluarga yang mengajak anak-anaknya sehingga anak-anak mereka juga ikut masuk dalam antrean dan menangis karena tergencet oleh penumpang yang lain.
Antrean pintu masuk halte hingga depan loket halte (foto: Stephen/detikcom)

Beberapa penumpang mendorong sehingga suasana sempat ricuh. Contohnya saat seorang laki-laki menegur penumpang lainnya yang menggencet anaknya saat mengantri masuk ke dalam halte. Sayangnya, petugas yang berjaga lebih fokus di pintu masuk dan loket pembayaran tiket.

Kondisi udara dalam halte pun menjadi pengap dan panas. Kondisi ini semakin diperparah dengan jaringan yang terganggu sehingga penumpang tak bisa menambah saldo kartu uang elektronik yang harus digunakan sebagai akses masuk. Akhirnya, petugas menyiasati dengan memperbolehkan penumpang membayar dengan uang tunai Rp 3.500 dan memberikan sepotong kertas dengan bertulis angka 1 sebagai pengganti kartu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Katanya kartu saya enggak bisa terbaca. Error jadi dikasih kertas saja," kata seorang penumpang pada detikcom.
Contoh kertas pengganti kartu di halte TransJakarta Ragunan (Stephen/detikcom)


Suasana berbeda justru terlihat di dalam halte setelah pintu masuk. Tak terjadi antrian panjang di pintu tunggu bus. Armada bus koridor 6 rute Ragunan-Dukuh Atas pun terus berdatangan mengangkut penumpang. (mnb/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads