Bayangkan syahdunya. Sejauh mata memandang, Bumi dan semua yang ada di permukaannya memutih, diselimuti salju yang turun dengan takzim. Itulah Natal Putih.
Tapi Natal istimewa itu di Belanda tak datang. Bulan Desember tahun ini terlalu hangat, membuat salju gerah untuk turun, malu-malu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Natal Putih terakhir turun di Belanda lima tahun lalu (2010), sejak itu ia berlindung di langit sana, jauh.
Bahkan akibat suhu Desember yang cukup ekstrem itu, pepohonan seperti linglung. Mereka mulai menggeliat bertunas genit, dikira sudah musim semi.
Mungkinkah itu semua tanda-tanda Bumi sudah semakin panas dan penat, akibat ketamakan manusia?
Semoga umat manusia bisa menangkap semangat Natal dan pesan Paus Fransiskus yang cukup relevan, "...hendaknya tidak dibuai oleh harta...konsumerisme dan hedonisme, kekayaan dan pemborosan,"
Konsumerisme, hedonisme, kekayaan, pemborosan, biasanya menjadi bahan bakar ketamakan, yang membuat manusia tega, kejam dan abai pada segala tatanan etika.
Halaman 2 dari 1











































