Pengamat Transportasi ITB Ofyar Z Tamim menjelaskan, kepadatan volume kendaraan di ruas jalan tol disebabkan oleh banyaknya kendaraan pribadi yang memarkirkan kendaraannya di rest area maupun bahu jalan. Menurut Ofyar, polisi dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar kendaraan tidak ada yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan supaya tidak macet.
"Macet itu kan karena sepertiga jalan tol dipakai kendaraan pribadi memarkir mobilnya di bahu jalan sehingga macet berkepanjangan. Sebaiknya masyarakat pakai kendaran umum saja. Perlunya kordinasi antara pengelola hotel untuk mengurangi kemacetan lalu lintas," kata Ofyar saat dihubungi Sabtu (26/12/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, misalkan bus Bandros di Bandung itu menjemput penumpang ke tempat-tempat yang telah diatur oleh pengelola hotel. Penumpang bisa datang ke hotel bisa meminta kunci dan tidak keluar mencari makan lagi karena kan biasanya yang bikin macet itu orang-orang yang mencari makan, mereka mau cari tempat parkir saja bisa satu jam karena macet," papar Ofyar.
Ofyar berharap koordinasi antara pengelola hotel dan tempat wisata, kuliner, tempat belanja dan pengelola jasa transportasi ini bisa terjadi. "Itu lah saat ini seharusnya bisa mewujudkannya karena kan di semua negara seperti Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur sudah bisa. Biasanya kan mereka sehari cuma mengunjungi 3 atau bahkan dua tempat, selanjutnya mereka mengunjungi tempat makan. Saya kira kalau sudah ada kordinasi seperti ini bisa mengurai kemacetan," sambung Ofyar.
Penggunaan transportasi publik ini menurutnya lebih efektif daripada membangun infrastruktur lagi misalnya memperluas jalur tol. Hal itu karena akan mengeluarkan banyak biaya terkait pembebasan lahan.
(Hbb/Hbb)











































