Salah satu yang menarik perhatian adalah dua sepeda ontel yang bertuliskan Kopi Jujur. Sepeda antik tersebut berada di dua titik berbeda, namun keduanya sama-sama menjual kopi instan sachet berbagai merek dan jenis.
![]() |
Sama seperti namanya, pembeli kopi di tempat ini akan diuji kejujurannya. Pembeli akan memilih dan menyeduh kopinya sendiri. Bedanya masyarakat tidak akan bertemu dengan penjualnya, dan cukup menyimpan uang Rp 4 ribu di sebuah kotak yang telah disediakan sebagai uang bayaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ini tergabung dalam Komunitas Galeri Daniang Ki Sunda. Kita sudah dua kali membuat Kopi Jujur, yang pertama waktu itu di Festival Steak Maranggi," jelas Dani saat ditemui detikcom di acara Festival Samping Jangkung Gelung Jucung, di Areal Tjeplak Kuliner, Jalan K Kornel Singawinata, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (26/12/2015).
![]() |
Atas dasar kepercayaan, Dani pun sengaja tak memantau Kopi Jujur tersebut. "Kita ikhlas saja. Bayar terima kasih, gak bayar juga ya sudah," katanya.
Namun jika melihat respons masyarakat pada acara sebelumnya dirasa Dani cukup memuaskan. Mayoritas mereka membayar kopi meski pun beberapa di antaranya malah menjadikan Kopi Jujur sebagai tempat ngopi 'gratis'. Waduh! (try/try)













































