"Kita sebel juga dijuluki 'Kota Sejuta Angkot'. Padahal angkotnya cuma delapan ribu gak sampai satu juta," kata Walikota Bogor, Bima Arya, dalam seminar nasional di AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh, Sabtu (26/12/2015). Sebagian peserta seminar tersenyum, sisanya tertawa.
Dalam seminar bertema "Pembangunan Berkelanjutan dalam Rangka Peringatan Tsunami", Bima Arya mengungkapkan banyak soal tentang pembangunan yang bakal dilakukan ke depan. Ia juga mengungkapkan, Pemkot Bogor sudah mengkonversi 1.000 angkot ke gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau sekarang hanya Tuhan yang tahu berapa waktu tempuh Jakarta ke Bogor," jelas Bima Arya disambut tepuk tangan peserta sambil kembali tertawa.
Ilustrasi (Foto: Hasan Alhabsy) |
Dalam beberapa kesempatan, Bima Arya mengatakan akan menertibkan angkot secara bertahap. Akan ada re-routing agak trayek tidak berhimpit. Menurut Bima, bersamaan dengan penghapusan trayek angkot, dibangun pula rute bus rapid transit (BRT) Trans Pakuan.
"Ada koridor-koridor utama yang akan diploting untuk menjadi percontohan konversi dari angkot ke Bus Trans Pakuan. Ada satu koridor pada 2016 yang kita akan fokuskan sehingga angkot diganti menjadi Trans Pakuan. Ini menuju moda transportasi BRT supaya nggak ada lagi (angkot) di pusat kota," jelas Bima di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (16/12/2015) lalu.
Tahap awal yang akan dimulai tahun depan, Bima akan menghapus 3 trayek angkot yang bersinggungan dengan BRT rute Bubulak ke pusat kota.
"Angkot nanti akan dikurangi. Jadi angkot nanti akan diplathitamkan sehingga jumlah angkot berkurang dan jumlah trayek lebih menyebar. Angkot itu ke depannya akan menjadi feeder di pinggir saja," papar Bima.
Jika tahap pertama sukses, lanjut Bima, pihaknya akan menambah jadi 7 koridor lagi. Trayek angkot yang bersinggungan pun juga akan dihapus. (try/try)











































Ilustrasi (Foto: Hasan Alhabsy)