Warga yang bekerja di Jakarta ini, rata-rata berangkat sehabis subuh agar tidak terjebak macet. Saat pulang, mereka kebanyakan menunggu sesudah macet. Akibatnya, sampai ke rumah sudah larut malam.
"Saat berangkat kerja, anak istri masih tidur. Waktu pulang, anak istri sudah tidur. Jadi jarang ketemu," kata Bima Arya dalam seminar nasional bertema "Pembangunan Berkelanjutan dalam Rangka Peringatan Tsunami", Sabtu (26/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bima, angka perceraian tinggi disebabkan oleh kurangnya waktu bertemu dengan keluarga. Ia mencontohkan, Senin hingga Jumat, mereka berangkat kerja ke Jakarta sehingga waktu pulang sudah capek.
"Sabtu Minggu, anak istri segar suami yang 'tewas' karena capek," ungkap Bima.
Untuk mencegah tingginya angka perceraian, kata Bima, dirinya membangun taman di Bogor. Tujuannya, agar para keluarga dapat berkumpul sambil bercengkrama pada waktu libur. Di taman-taman, Bima juga tidak memasang fasilitas WiFi.
Taman Ekspresi Sempur (foto: Dok Pemkot Bogor) |
"Alasannya karena taman ini sebagai tempat berkumpul dengan keluarga. Mereka di sana bisa melihat anak-anak kejar-kejaran dan juga untuk olahraga. Jadi tidak ada WiFi," kata Bima.
Bima menambahkan, akibat seringnya 'mengurus' masalah taman hingga ada orang yang nyeletuk dirinya dengan sebutan Wagiman atau walikota gila taman.
"Ada yang bilang taman lagi taman lagi. Padahal ini saya buat sebagai tempat nongkrong warga Bogor," ungkap Bima.Β (try/try)












































Taman Ekspresi Sempur (foto: Dok Pemkot Bogor)