Polres Jakut Siaga, Antisipasi Aksi Geng Motor di Malam Tahun Baru

Polres Jakut Siaga, Antisipasi Aksi Geng Motor di Malam Tahun Baru

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Sabtu, 26 Des 2015 12:25 WIB
Polres Jakut Siaga, Antisipasi Aksi Geng Motor di Malam Tahun Baru
Foto: Kartika Sari Tarigan
Jakarta - Puncak perayaan pergantian tahun di Jakarta akan dipusatkan di Ancol. Ratusan ribu pengunjung diprediksi akan memadati Ancol pada 30 Desember nanti. Polisi waspada, termasuk dengan adanya kemungkinan aksi geng motor.

"Kita sudah melakukan kirsus (perkiraan khusus) geng motor kemungkinan akan menjadi ancaman, untuk itu sudah kita sediakan beberapa alternatif penjagaan," kata Kasat Lantas Jakarta Utara, AKBP Sudarmanto di balai wartawan Polres Jakarta Utara, Sabtu (26/12/2015).

Sudarmanto mengatakan, penerapan strategi pengamanan malam tahun baru ini juga dilakukan dengan bekerja sama dengan Polres dari empat wilayah Jakarta lainnya. Terlebih geng motor diperkirakan akan masuk ke Jakarta Utara melalui Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga bekerjasama, jadi nanti Polres Jakarta Timur akan merapat ke selatan, selatan merapat ke pusat dan pusat merapat ke utara. Jadi nanti akan ada saling back-up kekuatan," kata dia.

Selain itu kepolisian juga menyiapkan operasi khusus untuk meningkatkan keamanan. Salah satunya operasi 'Sodok' yang akan dilakukan dari atas tol. Operasi ini bertujuan untuk menghindari adanya bentrok usai pesta kembang api.

"Jadi kita mengantisipasi pengendara yang nanti berhenti di atas tol, kemudian nyalain petasan dan lempar ke bawah, kan kena ke warga yang ada dibawah. Kemungkinan mereka akan marah dan membalas," jelas dia.

"Kemungkinan warga yang dibawah akan membalas dan bisa timbul bentrok. Untuk itu ada petugas yang standby saling bantu untuk mengantisipasi hal tersebut," sambung dia.

Rencananya kepolisisan akan menurunkan 1.415 personel gabungan untuk pengamanan. Dan akan ada 268 petugas untuk menjaga keamanan lalu lintas.

"Akan ada petugas gabungan dari Brimob, Sabhara dan TNI," ujar Sudarmanto. (faj/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads