PAN yang semula berada di gerbong Koalisi Merah Putih, sejak awal September lalu mendeklarasikan diri bergabung dengan gerbong partai politik pendukung pemerintah. Empat bulan setelah mengumumkan bergabung dengan pemerintah, Ketua DPP PAN Aziz Subekti mengadu mendapat kabar partainya bakal diganjar 2 posisi menteri.
Dua pos di kabinet yang akan ditempati PAN menurut Aziz adalah Menteri Perhubungan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menhub saat ini dijabat Ignasius Jonan sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kini ditempati politisi Partai NasDem Siti Nurbaya Bakar.
"Informasi dari kalangan Istana demikian, kami mendapat jatah 2 menteri. Saya rasa informasinya cukup valid," ujar Ketua DPP PAN Azis Subekti saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/12/2015).
Menurut Aziz, PAN juga sudah menyetorkan nama ke Presiden Jokowi untuk menempati posisi tersebut. Nama Taufik Kurniawan yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPR disebut Azis akan mengisi posisi Menhub dan Asman Abnur yang saat ini merupakan anggota DPR disebut mengisi posisi Menteri KLH.
Namun kabar yang disampaikan Aziz dibantah oleh rekan separtai yang juga Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Menurut Eddy info yang didapat Aziz soal PAN akan dapat jatah 2 menteri tidak valid.
"Enggaklah. Itu info menurut hemat saya tidak valid. Sampai saat ini tak ada apa pun, dan PAN menghormati hak prerogatif Presiden," ujar Eddy saat dihubungi detikcom, Jumat (25/12/2015).
Menurut dia pernyataan Aziz hanya sekadar interpretasi pribadi. Sekali lagi, dia menekankan belum ada pembicaraan soal reshuffle bersama dengan Presiden Jokowi. "Itu interpretasi pribadi Pak Aziz saja. Tak ada kesepakatan dengan Presiden. Bener, sampai ini belum," kata Eddy.
Seorang sumber detikcom di Istana Negara juga membantah kabar bahwa PAN akan dapat jatah dua posisi menteri. "Nggak benar itu," kata sumber yang tak mau namanya disebutkan itu.
Namun dia membenarkan bahwa Istana memang tengah menyiapkan pergantian susunan Kabinet Kerja. Perombakan kabinet akan dilakukan pada awal tahun 2016. "Tahun depan, awal tahun," kata dia.
Akankah PAN mendapat jatah menteri setelah bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah?
(erd/nrl)











































