Bush Ultimatum Suriah Tinggalkan Libanon Sebelum Pemilu

Bush Ultimatum Suriah Tinggalkan Libanon Sebelum Pemilu

- detikNews
Sabtu, 05 Mar 2005 08:43 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush mendesak seluruh pasukan Suriah keluar dari Libanon pada akhir bulan Mei 2005 mendatang. Pada saat itu, warga Libanon sedang melangsungkan pemilu parlemen."Saya tidak mengatakan hanya tentara yang keluar dari Libanon, tapi semua pasukan khususnya pasukan Intelijen Suriah di Libanon," tegas Bush dalam wawancara dengan New York Post, Jumat (4/3/2005). Seperti dikutip dari kantor berita AP, Sabtu (5/3/2005) pagi.Pernyataan Bush sebagai ralat, dimana sebelumnya ia menyatakan tak ada batas waktu bagi Suriah untuk mundur. "ini bukan negosiasi, ini adalah waktunya untuk pergi. Saya tidak berpikir bangsa Lebanon akan dapat menjalankan pemilu yang adil jika masih ada pasukan Suriah disana," kata dia.Menanggapi itu, Menhan Suriah Abdul Rahim Murrad mengaku, pihaknya masih ingin tentaranya tetap tinggal di Lebanon dalam jangka waktu lama. "Penyingkiran pasukan harus dibicarakan melalui negosiasi antara Suriah dan Libanon, seperti perjanjian tahun 1989," ungkapnya.Sementara itu, Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan, ia berencana menarik mundur pasukannya di Libanon Timur dekat perbatasan Suriah. "Namun tidak seluruhnya," kata Bashar.Sampai saat ini sekitar lebih dari 15.000 pasukan Suriah berada di wilayah Lebanon sejak satu dekade lalu. AS menuduh Suriah terlibat dalam pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri beberapa waktu lalu, namun Suriah membantahnya. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads