"Ya, kita kan tetapkan siaga 1 bukan karena itu. Tetapi mulai dari Pilkada kita sudah tetapkan siaga 1. Kemudian disusul dengan Natal, Tahun Baru. Setelah tahun baru dievaluasi nanti apakah dilanjutkan atau dihentikan," ujar Badrodin di sela peninjauan malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (24/12/2015).
Dia menambahkan untuk memantapkan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru, Polri juga melibatkan pihak lain seperti setiap pemerintah daerah, TNI, sampai Satpol PP. Semua pihak menurutnya dilibatkan. Maka, untuk memberikan rasa aman, polisi pun melakukan upaya intensif penyelidikan terkait orang-orang yang berindikasi sebagai teroris.
"Mudah-mudahan dengan pengamanan seperti ini bisa dengan lancar. Kemudian di samping itu kita intensifkan melakukan penyelidikan penyelidikan sehingga temukan indikasi gerakan menuju-menuju ke arah sana. Oleh karena itu kita lakukan penangkapan beberapa orang yang ada indikasi melakukan aksi kekerasan," sebutnya.
Seperti diketahui, di penhujung 2015 Densus 88 Anti teror menggerebek sejumlah lokasi yang terduga sebagai tempat pelaku teroris. Pada Sabtu (19/12/2015) terjadi penggerebekan di tiga lokasi berbeda yaitu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian, pada Rabu (23/12), polisi juga menangkap beberapa orang di Bekasi Timur dengan waktu yang berbeda.
(hat/bag)











































