Pria Terduga Teroris Pernah Tinggal di Kontrakan WNA yang Diduga Terkait ISIS

Pria Terduga Teroris Pernah Tinggal di Kontrakan WNA yang Diduga Terkait ISIS

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 24 Des 2015 22:56 WIB
Pria Terduga Teroris Pernah Tinggal di Kontrakan WNA yang Diduga Terkait ISIS
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Tim Gabungan Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap terduga teroris. Dua orang berhasil ditangkap pada Rabu (23/12) di dua tempat berbeda di Bekasi.

Penangkapan pertama dilakukan di Perumahan Taman Harapan Baru, Bekasi. Seorang pria bernama Arif Hidayatullah ditangkap Rabu pagi ketika hendak berangkat kerja.

Rupanya sosok Arif diketahui pernah tinggal di kontrakan di daerah Kampung Dukuh Jaya, Pejuang, Medansatria, Bekasi. Kontrakan ini juga menjadi lokasi penangkapan kedua di hari yang sama. Di kontrakan ini seorang WNA asal Uighur bernama Ali alias Abu Nazab ditangkap karena diduga terkait ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Arif pernah tinggal juga di kontrakan ini. Dia sempat ngontrak dua kali," tutur Taufik kepada detikcom, Kamis (24/12/2015).

Ketika Arif ditangkap, ditemukan barang bukti berupa buku petunjuk perakitan bom. Selain itu juga ada daftar nama sejumlah orang baik yang ada di penjara atau pun di Suriah.

Pertama kali, lanjut Taufik, Arif mengontrak selama 3 bulan di tengah tahun 2014. Setelah itu Arif sempat pindah ke tempat lain. Namun di awal tahun 2015 Arif kembali mengontrak selama sebulan.

"Pak Arif orangnya baik. Dia sering tegur sapa dengan saya. Dan beberapa kali juga ngobrol," tutur Taufik yang menjaga kontrakan tersebut.

Dalam kesehariannya Arif bekerja di sebuah perusahaan sparepart. Informasi dari polisi, pria kelahiran 1984 ini berasal dari Sabrang Lor, Mojosongo, Jebres, Surakarta.

Arif juga menjadi orang yang membawa Ali alias Abu Nazab untuk mengontrak di daerah Kampung Dukuh Jaya. Di kontrakan ini Ali tinggal berdua bersama seseorang yang tidak diketahui identitasnya.

Perangai Arif mulai berbeda ketika dua orang tersebut mulai meninggali kontrakan itu. Taufik yang bertanggung jawab atas kontrakan tersebut menyadari meski tidak menaruh curiga.

"Pak Arif masih sering datang ke kontrakan hampir tiap hari. Kalau tidak pagi, dia datang sore. Cuma dia sebentar saja setelah itu pergi lagi," cerita Taufik.

Arif, lanjut Taufik, juga sudah lebih sedikit berbicara kepadanya. Setelah ada penangkapan Rabu sore, Taufik baru menyadari mengapa terjadi perubahan sikap dari Arif.

"Memang setelah kedua temannya ngontrak, Pak Arif ngobrol dengan saya seadanya saja," ujar Taufik.
Β  (bag/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads