Kejadian itu dialami oleh Triyo Purnomo, warga BSD, Tangsel, Banten. Triyo bersama keluarga besarnya berniat menghadiri sebuah hajatan di daerah Purwerejo, Jawa Tengah. Dia berangkat sejak pukul 18.00 WIB dari BSD. Perkiraan Triyo, harusnya pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB, dia dan keluarga besarnya sudah sampai di Purwerejo. Acara hajatan di Purwerejo yang berlangsung pukul 11.00 WIB, diyakini bisa dihadirinya.
Tapi rencana tinggal rencana, Triyo hinggal pukul 15.00 WIB, baru berada di Pejagan, Brebes, Jawa Tengah. Artinya, dia butuh waktu sekitar 6 jam lagi untuk menuju ke Purworejo dengan catatan jalanan harus lancar. Padahal, acara kondangan itu selesai pada pukul 14.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku tidak memprediksi macet parah ini. Bahkan, kemacetan ini membuat keluarga besar Triyo frustasi dan memilih turun dari bus untuk kembali ke Jakarta.
"Bahkan ada 3 orang rekan saya yang pilih balik lagi ke Jakarta karena hajatannya sudah selesai," imbuhnya.
Triyo juga mengeluhkan tidak adanya petugas kepolisian yang mengatur lalu-lintas di Pejagan. Dia mengatakan, kemacetan ini sudah dalam level parah dan harus mendapatkan bantuan dari polisi.
"Tidak terlihat kesibukan polisi mengatur atau membuat rekayasa lalu lintas agar mencairkan kepadatan yang ada," pungkasnya. (rvk/try)











































