Warga yang berkumpul ada yang duduk dan berdiri di belakang tali yang telah dipasang petugas keamanan. Petugas keamanan mengingatkan kepada warga agar tidak berebut gunungan sebelum selesai didoakan.
Garebek Maulid Nabi adalah upacara puncak dari perayaan Sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan ditandai dengan keluarnya Gunungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Edzan Raharjo/detikcom) |
Kabag Humas, Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Iswanto, mengatakan pada upacara garebek Maulid ini Keraton Yogyakarta mengeluarkan sebanyak 7 gunungan berisi hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. 7 Gunungan ini dibawa ke Masjid Besar sebanyak 5 gunungan dan 2 gunungan ke Kepatihan dan Puro Pakualaman Yogyakarta.
"7 buah gunungan yakni gunungan putri, kakung, Darat, Gepak, dan Pawuhan yang dibawa ke Masjid Gede Kauman. Sementara yang dibawa ke Kepatihan dan Puro Pakualaman adalah gunungan kakung," kata Iswanto kepada Detik.com.
Untuk prosesi perjalanan gunungan dari keraton ke Kepatihan melawan arah melewati jalan Malioboro ke utara kemudian masuk ke kompleks Kepatihan. Prosesi perjalanan gunungan ke kepatihan dikawal sebanyak 60 prajurit Bugis. Gunungan di Kepatihan dan di Puro Pakualaman juga diperebutkan oleh warga masyarakat.
(try/try)











































(Foto: Edzan Raharjo/detikcom)