Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan peringatan Maulid Nabi ini untuk mengingatkan agar umat Islam selalu mengikuti teladan Rasulullah SAW.
"Baik dalam berpikir, berbicara, bertindak, dan bekerja. Jujur, amanah, selalu menyampaikan kebenaran, dan cerdas. Rasulullah juga sangat santun, toleran, dan tidak suka dengan kekerasan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ketauladanan itu, kita dapat menyusun strategi pembangunan nasional yang berlandasan pembangunan infrastruktur yang kokoh, pembangunan keahlian yang komprehensif dan pembangunan mental yang kuat," katanya.
"Saya meyakini, dengan meneladani Rasulullah, Indonesia akan menjadi bangsa yang bermartabat, bangsa yang beradab, makmur, dan sejahtera," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengingatkan umat Islam jangan sampai salah dalam memilih jalan berdakwah. Dia menegaskan, Islam mengedepankan toleransi dan membenci kekerasan.
"Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita mempunyai tanggung jawab yang tidak ringan karena harus mampu menunjukkan sebagai umat yang terbaik, yakni umat yang senantiasa membangun solidaritas sosial di antara sesama manusia, umat yang tidak gampang dilanda kebencian, umat yang meneguhkan kebhinekaan, umat yang berkehendak merangkul dan bukan memukul eksistensi kelompok lain," jelasnya. (jor/hri)











































