"Pada 15 Desember tim Koarmabar menemukan MT Kharisma 9 sedang lego jangkar di perairan Bojonegara, Banten," ujar Panglima Angkatan Barat Laksda TNI A Taufiq di Mako Koarmabar, Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015).
![]() |
Taufiq menjelaskan, saat ditemukan kapal perompak itu sudah berganti nama menjadi Union Star, lambung kapal dicat ulang menjadi warna abu-abu dengan warna dasar hitam, mesin kapal mati dan tidak ada anak buah kapal (ABK). Ditemukan juga jaket bertuliskan Antela dan peralatan lain atas nama PT Kharisma 9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koarmabar juga telah menemukan kapten kapal Kharisma 9 pada (14/12/2015) di Bandung dan menangkap 2 perompak lainnya.
Namun hingga kini pemilik kapal MT Kharisma 9 berinisial EN masih buron. Koarmabar telah menetapkan pemilik kapal sebagai buronan alias DPO.
![]() |
Taufiq menambahkan, Kharisma 9 bukan hanya sekali melakukan perompakan. EN pada Oktober 2014 memerintahkan nakhoda kapal untuk merompak dan mendapatkan bayaran sebesar Rp 10 juta.
"Februari 2015 melakukan perompakan terhadap kapal tanker yang mereka lupa namanya, atas perintah saudara EN. Dalam perjalanannya minyak itu ditransfer ke kapal Patra Jaya 1. Ada kapal Hartadika dan Matahari yang diduga ikut serta dalam melakukan kejahatan ini," tuturnya.
Perompak kapal merompak MT Joaquim dengan muatan LCO sebanyak 3.500 MT. Perompak berhasil mengambil LCO sebanyak 2.900 MT.
(nwy/nrl)













































