"Terkait dengan kartu identitas yang mengindikasikan SH pegawai kami, begini analoginya. Setiap siapa pun yang misalnya berkunjung ke kantor atau sebuah perusahaan kan pasti memiliki ID. Nah, yang beredar itu adalah ID dia sebagai seorang yang belajar untuk mendapatkan lisensi dari kami," jelas Direktur Umum Lion Air Edward Sirait.
Hal tersebut disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Lion Air Tower, Jl Gajah Mada No 7, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015) sore. Lion Air memberi pernyataan terkait penangkapan SH oleh BNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartu Identitas SH bertuliskan pilot Lion Air |
Edward menyebut SH belum lulus dalam pendidikan yag ditempuhnya di Lion Air.
Pihak maskapai mengaku bersyukur BNN segera mengungkap perilaku menyimpang SH itu sebelum ia menjadi pegawai Lion Air.
"Kami bersyukur ini ketahuan lebih cepat. Untuk sekolah dan pelatihan ini, kami telah melakukan evaluasi, yang bersangkutan belum memenuhi kualifikasi," ungkap Edward.
Edward menegaskan bahwa SH tidak akan akan pernah menjadi pegawai atau pun penerbang di Lion Air. "Itulah kenapa kami tidak langsung memberikan klarifikasi karena kami menunggu evidence seperti ini karena ini menyangkut nasib orang," jelasnya.
SH ditangkap BNN bersama 3 orang rekannya di sebuah apartemen di kawasan Tangerang saat sedang berpesta sabu pada 19 Desember 2015. Tiga orang yang turut diciduk BNN adalah pramugara bernama Muhammad Taufan (23), pramugari Syifa Ranida (20) dan satu ibu rumah tangga berinisial NN. (elz/nrl)












































Kartu Identitas SH bertuliskan pilot Lion Air