Lion Sangkal Pilot yang Ditangkap BNN Pegawainya, Tapi Mengapa Punya ID Card?

Lion Sangkal Pilot yang Ditangkap BNN Pegawainya, Tapi Mengapa Punya ID Card?

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Rabu, 23 Des 2015 18:56 WIB
Lion Sangkal Pilot yang Ditangkap BNN Pegawainya, Tapi Mengapa Punya ID Card?
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Manajemen Lion Air menyangkal Sandi Haryadi (SH) yang ditangkap BNN karena nyabu adalah pegawainya. Namun mengapa pria 35 tahun itu memiliki kartu identitas bertuliskan pilot Lion Air?

"Terkait dengan kartu identitas yang mengindikasikan SH pegawai kami, begini analoginya. Setiap siapa pun yang misalnya berkunjung ke kantor atau sebuah perusahaan kan pasti memiliki ID. Nah, yang beredar itu adalah ID dia sebagai seorang yang belajar untuk mendapatkan lisensi dari kami," jelas Direktur Umum Lion Air Edward Sirait.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Lion Air Tower, Jl Gajah Mada No 7, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015) sore. Lion Air memberi pernyataan terkait penangkapan SH oleh BNN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kartu Identitas SH bertuliskan pilot Lion Air
"SH dinyatakan sebagai pegawai kalau ia dinyatakan lulus kualifikasi atau punya license dari Kemenhub sesuai dengan jenis pesawat yang kami operasikan. SH belum menjadi penerbang dan pegawai dari kami," kata Edward.

Edward menyebut SH belum lulus dalam pendidikan yag ditempuhnya di Lion Air.

Pihak maskapai mengaku bersyukur BNN segera mengungkap perilaku menyimpang SH itu sebelum ia menjadi pegawai Lion Air.

"Kami bersyukur ini ketahuan lebih cepat. Untuk sekolah dan pelatihan ini, kami telah melakukan evaluasi, yang bersangkutan belum memenuhi kualifikasi," ungkap Edward.

Edward menegaskan bahwa SH tidak akan akan pernah menjadi pegawai atau pun penerbang di Lion Air. "Itulah kenapa kami tidak langsung memberikan klarifikasi karena kami menunggu evidence seperti ini karena ini menyangkut nasib orang," jelasnya.

SH ditangkap BNN bersama 3 orang rekannya di sebuah apartemen di kawasan Tangerang saat sedang berpesta sabu pada 19 Desember 2015. Tiga orang yang turut diciduk BNN adalah pramugara bernama Muhammad Taufan (23), pramugari Syifa Ranida (20) dan satu ibu rumah tangga berinisial NN. (elz/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads