"Justru kami lakukan upaya yang sekarang adalah itu, untuk menjamin masyarakat kita jangan ragu-ragu beraktivitas sebagaimana biasa melakukan kegiatan sebagaimana mestinya," kata Badrodin kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolri mengakui, ada sejumlah kerawanan pada penyelenggaraan natal dan tahun baru kali ini. Salah satunya kerawanan aksi terorisme yang terus diantisipasi oleh aparat kepolisian.
Seperti diketahui, baru-baru ini Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri telah melakukan penangkapan terhadap 9 anggota kelompok teroris di beberapa lokasi. Dengan ditangkapnya sembilan orang tersebut, polisi terus melakukan pengawasan terhadap kelompok teroris yang mungkin akan mengacaukan natal dan tahun baru.
"Polisi ada dua kegiatan yang kita lakukan. Yang sifatnya tertutup di bawah permukaan, tentu kita akan lakukan monitoring pergerakan kalau memang ada hal mencurigakan tentu kita akan lakukan langkah lebih cepat," ungkapnya.
Ia akui, tidak semua kelompok teroris ini bisa termonitor. Maka dari itu, untuk menjaga situasi yang kondusif, Polri mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan di titik-titik rawan.
"Tetapi apakah semua bisa termonitor? Tentu kita harus mewaspadai kelompok di luar. Misalnya yang berpakaian dinas, tetap kita antisipasi di tempat keramaian dan tempat tertentu yang potensial untuk jadi sasaran aksi teror," lanjutnya.
Kapolri juga meyakinkan bahwa operasi Camar Maleo tetap berjalan di samping Operasi Lilin untuk mengamankan natal dan tahun baru ini. (mei/erd)











































