Ketum PAN Berharap PKS Gabung ke Koalisi Pemerintah

Ketum PAN Berharap PKS Gabung ke Koalisi Pemerintah

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 23 Des 2015 01:12 WIB
Ketum PAN Berharap PKS Gabung ke Koalisi Pemerintah
Presiden Jokowi saat bertemu pimpinan PKS di Istana Merdeka, Senin (21/12/2015). Foto: Biro Setpres
Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah jajaran elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Senin (21/12).

Zulkifli menyebut elemen bangsa termasuk parpol memang sepatutnya bersatu dan mendukung pemerintah untuk menjalankan kebijakan dan program yang pro rakyat.

"Kami apresiasi ke PKS, syukur-syukur PKS juga mendukung pemerintahan  agar pemerintahan ini mampu memakmurkan rakyat kita, memajukan negeri ini. Nanti pada saatnya kita bersaing, bersaing lagi," kata Zulkifli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulkifli menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Ibu yang digelar di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2015) malam. Sejumlah tokoh dan kader perempuan PAN tampak hadir pula pada acara itu.

Ketua MPR RI itu juga berharap PKS bergabung dengan koalisi pemerintah. Sebab dengan begitu, pemerintah lebih kuat menjalankan programnya untuk memakmurkan rakyat.

"Ya mendukung pemerintah, agar pemerintah lebih kuat, lebih mampu mewujudkan janji-janji kampanyenya, sehingga pada akhirnya yang paling diuntungkan adalah rakyat kita, lebih makmur," tandas Zulkifli saat ditanya apakah dia berharap PKS bergabung dengan koalisi pemerintah.

Dalam pertemuan di Istana Merdeka kemarin, PKS memang tak seperti PAN yang begitu datang ke Istana langsung menyatakan dukungan ke pemerintan. PKS masih bicara soal posisinya sebagai oposisi loyal.

"Apakah kami dukung pemerintah? Jelas kalau pemerintah punya program baik ya kami dukung. Karena kita beda posisi makanya bisa saling melengkapi," kata Sohibul usai pertemuan dengan Presiden Jokowi. (idh/fdn)


Berita Terkait