"Jadi siapapun bebas melamar. Cuma kita pasti seleksi dengan ketat," ujar Direktur Kopaja, Nanang Basuki saat dihubungi detikcom, Selasa (22/12/2015).
Persyaratan tersebut antara lain melalui sejumlah tes dan wawancara. "Yang pasti mereka harus punya SIM B1, umur calon sopir minimal 21 tahun dan sudah punya pengalaman mengemudikan kendaraan roda empat," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk beberapa sopir yang telah lulus pembekalan, saat ini sudah dapat mengoperasikan Kopaja. Jam kerjanya juga diatur.
"Satu bus dalam sehari nanti akan dikemudikan oleh 2 sopir. Jam kerjanya seperti bus TransJakarta terbagi antara 2 shift," kata dia.
Menurutnya penetapan tersebut mendapat reaksi positif dari para sopir. Selain mengurangi jam kerja, Kopaja tersebut juga tak perlu berebut penumpang dan trayek.
"Pastinya mereka lebih senang karena jam kerja dan penghasilan per bulan lebih jelas," kata Nanang.
Setelah beroperasi, Kopaja selaku operator akan menerima pembayaran rupiah per kilometer dari TransJakarta. Tarif yang dibayarkan sebesar Rp 10.350 per kilometer.
"Rp 10.350 per kilometer itu sesuai dengan yang ada di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah). Hitungan rupiah per kilometernya itu dari e-katalog," jelas dia.
Armada yang diresmikan terdiri dari 320 unit bus sedang dan 31 unit bus gandeng. Semuanya bercat biru dan putih bertuliskan Transjakarta. Bus tersebut akan dioperasikan pada 5 usulan rute yang telah disiapkan yaitu:
1. Rute Monas - Pantai Indah Kapuk 30 unit bus
2. Rute Ragunan - Monas 50 unit bus
3. Ragunan - Dukuh Atas 50 unit bus
4. Lebak Bulus - Senen (via Stasiun Cikini) 80 unit bus
5. Blok M - Manggarai (via Stasiun Manggarai) 40 unit bus
6. Rute lain yang masih dibicarakan 70 unit bus
(rni/fdn)











































