Catatan Panjang Pilot dan Awak Pesawat yang Terjerat Narkoba

Catatan Panjang Pilot dan Awak Pesawat yang Terjerat Narkoba

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Selasa, 22 Des 2015 18:32 WIB
Catatan Panjang Pilot dan Awak Pesawat yang Terjerat Narkoba
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Seorang pilot, pramugari dan pramugara ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten karena ketahuan nyabu. Penangkapan ini menambah panjang daftar oknum maskapai yang tertangkap menyalahgunakan narkotika.

SN yang bekerja sebagai seorang pilot di salah satu maskapai tertangkap sedang menggunakan sabu bersama seorang pramugara, pramugari dan seorang ibu rumah tangga pada Sabtu (19/12) lalu di sebuah apartemen di Banten, Tangerang. Sayangnya, Kepala BNN Komjen Budi Waseso enggan menyebut asal maskapai 3 orang tersebut dengan alasan ulah ketiganya tak berhubungan dengan maskapai tempat mereka bekerja.

Sebelum ini, BNN sudah mengekspos sejumlah penangkapan oknum maskapai yang tertangkap sedang pesta sabu. Selama itu juga, BNN selalu mengumumkan maskapai tempat mereka bekerja. Berikut sejumlah awak maskapai yang terlibat kasus narkoba seperti yang dirangkum detikcom, Selasa (22/12/2015):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. 6 April 2011, awak kabin Lion Air, Winnie Raditya ditangkap karena kedapatan menyimpan sabu di pakaian dalamnya. Winnie ditangkap tempat kostnya di kawasan Karet, Tanah Abang oleh Polres Jakarta Pusat.

2.  Pertengahan 2011, seorang pilot Lion Air, Muhammad Nasri, tertangkap basah sedang berpesta sabu dengan rekan kopilotnya Husni Thamrin dan Imron di Apartemen The Colour Moderland, Tangerang. Ia ditangkap atas penggunaan dan kepemilikan sabu dan 4 butir ekstasi. 

3. Januari 2012, BNN menangkap pilot Lion Air Hanum Adhyaksa di kamar karaoke hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan. Hanum tertangkap bersama 3 teman wanita dan seorang kontraktor. Dari saku Hanum, petugas menemukan satu kantong plastik sabu 0,9 gram.   

4. Februari 2012, pilot Lion Air, Syaiful Salam tertangkap BNN di Hotel Garden Palace, Surabaya, pada 4 Februari dini hari. Ia ditangkap karena menggunakan sabu 0,04 gram. Ia ditangkap saat sedang bermain kartu bersama 3 pilot lainnya. Dari hasil tes urine, ia terbukti positif sedangkan 3 pilot lainnya negatif. Satu hal yang disoroti dari kasus ini karena SS dijadwalkan menerbangkan pesawat tujuan Surabaya-Ujung Pandang-Balikpapan-Surabaya pada 06.00 WIB di hari yang sama.

5. Desember 2015, BNP Banten menangkap seorang pilot, 2 awak kabin sebuah maskapai bersama seorang ibu rumah tangga. Namun, kali ini Kepala BNN Komjen Budi Waseso yang mengumumkan kasus ini enggan menyebut asal maskapai mereka. (mnb/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads