Hal itu terungkap dalam pembicaraan pada 2+2 meeting antara Menlu Retno Marsudi dan Menhan Ryamizard Ryacudu dari Indonesia serta Menlu Julie Bishop dan Menhan Marise Payne dari Australia. Masing-masing pihak juga membawa sejumlah anggota delegasi. Pertemuan itu dilangsungkan pada Senin (21/12) kemarin, di Sydney, Australia.
"Dalam pertemuan itu bahkan dari pihak Australia yang meminta kepada Indonesia, 'apa yang dapat Anda lakukan untuk menambah balai bahasa di Australia?'. Mereka menyatakan itu," kata Dubes RI untuk Australia, Najib Riphat, dalam perbincangan dengan wartawan dari Indonesia di Sydney, Selasa (22/12/2015).
Dubes Najib Riphat (Fajar Pratama/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menlu Retno mengatakan siap menindaklanjuti usulan dari Australia itu. Dia akan berbicara dengan Mendikbud Anies Baswedan untuk keperluan tenaga pengajar.
"Dalam upaya untuk meningkatkan kehadiran Indonesia melalui budaya, Indonesia akan meningkatkan pembentukan balai bahasa Indonesia di Australia," ujar Retno kemarin.
Dalam jumpa pers kemarin, Julie Bishop juga mengatakan jumlah pelajar dari Australia yang kuliah di Indonesia semakin besar. Tahun depan, akan ada sekitar 2.000 orang mahasiswa Australia yang telah belajar atau magang di Indonesia.
"Indonesia jadi salah satu destinasi favorit pelajar Australia," ujar Bishop. (faj/hri)











































Dubes Najib Riphat (Fajar Pratama/detikcom)