Warga Teluk Buyat Keluhkan Pernyataan Menteri LH
Jumat, 04 Mar 2005 23:18 WIB
Jakarta -
Warga kecamatan Ratatotok dan Kecamatan Kotabunan kembali resah dengan adanya pernyataan dari Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar bahwa Teluk Buyat tercemar. Mereka menilai pernyataan itu bisa merugikan masyarakat Teluk Buyat.Hal itu disampaikan perwakilan masyarakat Kecamatan Rakatotok dan Kotabunan, Rudy RJ Sumampouw kepada Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Depkes, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, jumat (4/3/2005)."Kejadian tahun lalu, dengan adanya isu bahwa teluk buyat tercemar menyebabkan hasil tangkapan nelayan tidak dapat dijual. Ternyata dari beberapa hasil penelitian tidak ditemukan adanya pencemaran. Sedangkan penyakit yang muncul merupakan penyakit yang biasa terjadi bagi warga yang tinggal di pesisir pantai," kata RudyUntuk itu, warga meminta agar Departemen Kesehatan dapat memberikan hasil penelitian yang secara umum bisa dipublikasikan. "Apa benar penyakit yang ada di daerah itu ada korelasi dengan pencemaran atau tidak, sebab kita akan memberikan keterangan agar masyarakat tenang," tambah Camat Rakatotok Frans Rolos.Pada tanggal 24 dan 26 Februari lalu, Tim Peneliti dari badan penelitian kesehatan ikut dengan rombongan kementrian Lingkungan Hidup dalam tim terpadu. Disana tim mengambil sampel urine dan kuku untuk memeriksa kadar arsen, tapi hasil dari penelitian tersebut belum diperoleh.Menanggapi permintaan warga Teluk Buyat tersebut, Menkes mengaku bahwa saat ini Depkes belum bisa memberikan hasil penelitian. "Belum ada hasil apakah tercemar atau tidak. Kalau ada hasil lab akan kami umumkan," demikian Siti Fadilah Supari.
(fab/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































