Ketua DPRD Jakarta Prasetyo mendukung niat Ahok agar Metromini bergabung dengan PT TransJakarta. Hal itu akan membuat Metromini menjadi moda transportasi yang lebih memadai dan memiliki payung hukum.Β Β
"Transportasi massal harus yang baik. Kalau mau baik ya Metromini harus mau bergabung dengan TransJakarta. Biar diatur dan punya payung hukum yang jelas. Jangan seperti sekarang ini," kata Prasetyo kepada detikcom, Selasa (22/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya setuju (Ahok kandangin Metromini). Sudah saatnya menyampaikan pesan tegas pada Metromini," kata Sani dalam pesan singkat, Senin (21/12/2015) malam.
Dia juga mendukung niat Ahok untuk mengelola seluruh moda transportasi berbasis bus dalam satu sistem yang jelas.
"Integrasi dengan TransJakarta agar semua transpor berbasis bus dapat dikelola dalam satu sistem yang komprehensif," kata Sani.
Dukungan agar Ahok mengandangkan Metromini juga datang dari Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian. Dia mendukung langkah Ahok mengelola Metromini di bawah satu usaha berbadan hukum.
"Kami mendukung langkah Gubernur agar mereka dikelola satu PT, terserah mau PT TransJakarta atau tidak yang penting dikelola badan hukum. Biar kelaikan diuji ketat sehingga masyarakat merasa nyaman," kata Tito.
Warga pengguna moda transportasi Jakarta pun mendukung langkah Ahok mengandangkan Metromini. Mayoritas dari mereka justru gembira ketika hari Senin kemarin Metromini melakukan aksi mogok.
Baca juga: Suara Masyarakat: Kalau Perlu Metromini Mogok Selamanya, Goodbye Metromini
Direktur Utama PT Metromini Nofrialdi mengaku, pihaknya tak bisa berbuat banyak jika memang masyarakat menghendaki Metromini dikandangkan semua. Dia hanya bisa berharap pemerintah bisa cepat mencari solusi atas masalah Metromini.
"Kalau masyarakat maunya begitu (dikandangkan) mau diapain lagi, saya juga tidak bisa berbuat banyak melawan pemerintah. Tapi solusinya tolonglah, Metromini itu bersejarah, itu angkutan yang tertua kalau memang mau dibayar per kilometer dan diremajakan kami siap," kata Nofrialdi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (21/12/2015) kemarin.
(erd/nrl)











































