Pelatihan memasak itu digelar oleh Departemen Luar Negeri AS dan dilangsungkan di kediaman Duta Besar RI untuk AS di Washington DC, Senin (21/12/2015). Pesertanya adalah para diplomat yang akan diberangkatkan ke Indonesia tahun depan dan bertugas di berbagai Perwakilan AS di Indonesia, meliputi Jakarta, Surabaya dan Medan.
![]() |
"Kami dari Deplu AS yang juga murid kelas bahasa Indonesia. Hari ini kami memasak untuk Duta Besar Indonesia dan KBRI, dan kami juga berbicara dalam bahasa Indonesia sekaligus bertukar budaya antara AS dengan Indonesia," kata salah seorang peserta, Christine Getzler Vaughan.
Dalam bahasa Indonesia yang lancar, Christine menjelaskan bahwa dirinya akan ditugaskan di Konsulat Jenderal AS di Surabaya mulai bulan Juli tahun depan. Setiap diplomat AS yang akan bertugas di suatu negara diwajibkan belajar bahasa dan budaya setempat.
![]() |
Proses belajar bahasa tersebut berlangsung selama beberapa bulan sebelum mereka ditugaskan. Tiap diplomat berbeda rentang waktunya, tergantung pada kemampuan dan kebutuhan berdasarkan tugas mereka nantinya. Adapun untuk budaya, salah satu elemen paling penting yang diajarkan adalah kuliner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Para diplomat itu tampak antusias dan serius menyiapkan hidangan. Mereka terdiri dari lima kelompok, dan setiap kelompok ditugasi memasak masakan tertentu, seperti gado-gado, mie bihun, tempe dan tahu goreng, dan es buah.
Sembari memasak, mereka berlatih bahasa Indonesia. Setelah selesai memasak, mereka juga harus mempresentasikan tentang masakan mereka dalam bahasa Indonesia.
"Mereka sangat antusias untuk pergi ke indonesia. Ini pasti akan jadi pengalaman yang sangat menyenangkan buat mereka," kata Christine.
Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Washington DC, Siuaji Raja, mengatakan bahwa masakan memiliki peran penting dalam diplomasi. Dia berharap para diplomat yang telah belajar masakan Indonesia itu dapat mempererat hubungan kedua negara.
Selain itu, dia juga mengaku kagum dengan kecepatan para diplomat itu mempelajari bahasa Indonesia, meski bahasa Indonesia sendiri tidak tergolong bahasa yang sulit dipelajari.
"Saya kira bahasa Indonesia memang tidak terlalu sulit. Tidak ada tenses. Ada yang baru satu setengah bulan belajar dan sudah lumayan bagus," kata Raja.
(jor/jor)













































