"Mengenai pesawat tempur yang jatuh, saya ada perasaan yang mendalam, sedih, karena Letkol Pnb Marda itu anak dari bintara pleton saya waktu di Kopassus yang gugur di Timtim," kata Luhut di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015) malam.
Luhut mengatakan, Marda juga satu sekolah dengan anaknya di SMA Cijantung, Jakarta Timur. Luhut mengenal Marda sebagai sosok pintar dan salah satu pilot terbaik yang dimiliki TNI AU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut menambahkan, dirinya telah dua kali berbicara dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU). Diketahui bahwa pesawat yang dikemudikan oleh Letkol Marda dan Kapten Dwi Cahyadi itu masih baru dan memiliki teknologi yang bagus.
"Memang semua pesawat sampai tadi malam tadi pagi dalam keadaan baik, pilot juga dalam kondisi prima. Sekarang investigasi mengenai kejatuhan ini masih terus dilakukan karena pesawat ini bisa dikatakan masih baru dan teknologinya bagus," tuturnya. (rna/aws)











































