Seperti yang dikatakan oleh Nita, karyawan yang berkantor di daerah Gatot Subroto dan biasanya menumpang Metromini 604 jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu. Nita memang mengaku jalur Metromini lebih praktis karana dia hanya perlu naik kendaraan satu kali dari Dukuh Atas agar bisa sampai ke kantornya.
"Kalau saya sendiri terganggu nggak terganggu. Saya pilih alternatif lain bisa dijemput kantor, naik busway atau naik Mayasari," ucap Nita kepada detikcom saat menunggu bus di pinggir Jalan Gatot Subroto, Senin (21/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saran buat pemerintah supaya diperbaiki lagi mulai dari armadanya sendiri, sopirnya nggak ugal-ugalan," ucapnya.
Penumpang menunggu angkutan umum di Jalan Gatot Subroto (Foto: Masaul/detikcom) |
Fitri, karyawati yang berkantor di Jl Sudirman memilih untuk menggunakan ojek online saat Metomini mogok. Fitri tak masalah Metromini mogok.
"Nanti saya nyari-nyari angkutan yang lain deh. Saya lebih suka sama Go-Jek daripada Metromini soalnya lebih enak. Metromini nggak nyaman," ucap Fitri.
Fitri menyarakankan pemerintah menindak tegas Metromini yang tak laik jalan dan memberikan alternatif angkutan yang lebih nyaman.
"Saran buat pemerintah kalau pun dikandangin tapi dikasih fasilitas lebih nyaman, sediain bus pengganti yang lebih aman. Jadi nggak kayak Metromini," harap Fitri.
Hari ini Metromini mogok di sejumlah wilayah. Pemprov DKI Jakarta mengerahkan bus sekolah yang ber-AC dan gratis untuk mengangkut penumpang. Namun sayang di sejumlah daerah bus sekolah ini dicegat oleh kru Metromini yang mogok. (slh/nrl)












































Penumpang menunggu angkutan umum di Jalan Gatot Subroto (Foto: Masaul/detikcom)