"Penanganan di KPK nggak ada yang pernah berhenti, pasti ada yang dilimpahkan. Periode (pimpinan jild) 1 ke 2, 2 ke 3 dan seterusnya," kata Johan Budi usai menghadiri pengambilan sumpah jabatan pimpinan baru KPK di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Senin (21/12/2015).
Johan optimistis lima pimpinan baru yakni Agus Rahardjo (ketua), Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Laode M Syarif, dan Saut Situmorang bisa bekerja optimal. "Saya optimis juga mereka akan membuat KPK lebih maju lagi," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses itu sudah sebelumnya sudah lama dan ada beberapa kali gelar perkara memang belum sempat diumumkan. Nggak ada cuci gudang," tegasnya.
Johan mengingatkan agar pimpinan KPK mencermati modus operandi korupsi yang terus berkembang. Selain itu kesolidan pimpinan KPK juga harus ditunjukkan. Pemerintah dan DPR memang harus menunjukkan dukungan politiknya agar pemberantasan korupsi tak melemah.
"Tahun ke depan modus operandi korupsi makin canggih dan kedua capacity building lebih ditingkatkan dan ketiga tanpa komitmen yang sama, apakah presiden, apakah DPR terkait pemberantasan korupsi sehebat apapun saya kira tak akan berhasil jadi perlu komitmen juga," tutur dia.
(Baca juga: Zulkarnain: Jangan Cuma Pencegahan, Penindakan Penting untuk "Pukul" yang Main-main)
Mantan pimpinan KPK jilid 3, Zulkarnain juga berpesan agar pimpinan baru KPK tidak hanya memprioritaskan upaya pencegahan korupsi. Penindakan sangat penting untuk menghukum para koruptor.
"(Penindakan-pencegahan) harus simultan. Pencegahan bisa dilakukan secara masif dengan melibatkan kementerian/lembaga pusat, daerah. Penindakan penting, sebab yang main-main perlu dipukul," tegas Zulkarnain.
Pimpinan KPK terpilih di Istana Negara, Senin (21/12/2015). Foto Bagus P.N.-detikcom |












































Pimpinan KPK terpilih di Istana Negara, Senin (21/12/2015). Foto Bagus P.N.-detikcom