"Untuk perilaku pengendara kewajiban dari pemilik angkutan umum agar bisa memberikan pelatihan mengemudi yang baik dan benar sehingga tidak ugal-ugalan," jelas Hendra Susanto, pembaca detikcom yang berkirim pendapat ke redaksi@detik.com, Senin (21/12/2015).
"Latar belakang pendidikan yang rendah ditambah kurangnya pengetahuan dan pelatihan menyebabkan para sopir angkutan umum kurang memperhatikan keselamatan berkendara di jalan," terang dia lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah tidak layak dan cocok era sekarang dengan alasan antara lain, tidak tertib alias ugal-ugalan, kondisinya bobrok, pengemudinya nggak rapi alias dekil, banyak pengamen atau juga copet," tutur Herry. (dra/dra)











































