Gelar Peringatan Hari Ibu, Presiden PKS Baca Puisi 'Ummi'

Gelar Peringatan Hari Ibu, Presiden PKS Baca Puisi 'Ummi'

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Senin, 21 Des 2015 13:55 WIB
Gelar Peringatan Hari Ibu, Presiden PKS Baca Puisi Ummi
Foto: Ahmad Masaul
Jakarta - Peringatan Hari Ibu akan jatuh 22 Desember besok. Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS menggelar talkshow memperingati Hari Ibu hari ini.

Terlihat hadir presiden PKS memberikan sambutan dan membacakan sebuah puisi dalam acara ini. Talkshow bertema "Penguatan Peran Ibu dalam Mengokohkan Ketahanan Keluarga Guna Mengokohkan Ketahanan Nasional" ini digelar di aula kantor DPP PKS Jl TB Simatupang 82, Senin (21/12/2015).

PKS mengundang Menkominfo dan Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak, namun keduanya tak hadir dan mengutus utusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sohibul Iman selaku presiden PKS dalam sambutannya menyebutkan ibu adalah guru pertama dan utama. Selain itu, Iman juga mengingatkan untuk menghargai ibu, serta memberikan nasihat kepada ibu muda.

"Ibu ini guru pertama dan utama bagi seorang anak. Saya sangat merasakan, pertama karena dari badan beliau kita lahir. Beliau juga paling dekat dengan anaknya, makanya dikatakan utama. Jadi hal ini bisa dijadikan momentum, refleksi, dengan kita menghargai ibu. Bagi ibu muda, sadarilah mereka mempunyai peran yang sangat luar biasa untuk generasi kedepan," tutur Iman.

Iman juga menjelaskan tentang pemahaman hubungan untuk ruang publik bagi anak-anak dengan korupsi. Menurutnya, ruang publik memiliki arti milik bersama dan tidak boleh merusaknya.

"Jadi, saya kira anak kita harus dipahamkan tentang ruang publik. Artinya ruang itu milik bersama. Karena itu milik bersama, maka anak-anak kita harus diajarkan jangan mencederai ruang publik," tutur Iman.

Menurut Iman jika arti kepemilikan ruang publik sudah tertanam, maka anak-anak pun akan menjadi baik. Hal tersebut juga berimbas pada ketertiban si anak.

"Kalau sudah tertanam kepada anak-anak kita maka berimbas pada skala kecil anak-anak kita tidak menjadi berandal, tidak terlibat kenakalan remaja. Dia tidak mungkin corat-coret ruang publik. Bahkan dia sendiri akan menjadi orang yang tertib. Ketika ngantri tidak menyelak," papar Iman.

Iman juga membaca puisi di acara tersebut. Berikut puisi yang dibaca Iman:

UMMI

Semakin terasa nilai seorang ibu
Rahimnya melingkupi denyut nadi dunia
Ada rasa hambar hidup tanpa dia

Ibulah yang membisikiku dengan suara hatinya
Senantiasalah empati dan simpati pada penderitaan orang lain

Dia yang mengajariku dengan contohnya
Bertegur sapa dan bermurah senyumlah kepada semua orang

Dia yang selalu mengingatkanku dengan bijak tentang kemuliaan
Bukan harta tapi ilmu dan kesahajaan

Diatas semua itu, doa-doanya setiap saatlah yang mendatangkan kebaikan-kebaikan Allah kepada putra-putrinya

Dan kemarin, Allah melaluinya mengajariku tentang cara menjemput ajal yang baik, dengan senyum dan Al-Quran di sisinya

Ummi
Rehatlah di sisi Sang Kekasih
Kau telah menuntaskan tugas muliamu.
Nikmatilah dekapan hangat Kekasih kita bersama

Tunggulah di surga-Nya
Putra putri, menantu, cucu, cicit, handai taulan, dan karib kerabat akan menyusulmu walau dengan bekal yang jauh lebih sedikit dari milikmu

Umi
Kami akan berusaha meniru kebaikan-kebaikanmu, agar dapat berkumpul lagi di surga-Nya.
Amin

Tasikmalaya, 13 Syawal 1426 H/15 November 2005

Kami yang kehilanganmu.
Namun ikhlas karena kau bahagia di sisi-Nya. (tor/tor)


Berita Terkait