Mendagri: Virus Radikalisme Sudah Menjalar

Mendagri: Virus Radikalisme Sudah Menjalar

Rini Friastuti - detikNews
Senin, 21 Des 2015 13:35 WIB
Mendagri: Virus Radikalisme Sudah Menjalar
Foto: Rini Friastuti
Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memfasilitasi pertemuan antara pemerintah daerah, tokoh agama serta ormas keagamaan dalam sebuah forum dialog kerukunan antar umat beragama. Pertemuan ini dianggap penting sebagai bentuk penguatan keamanan untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme yang saat ini masih marak di masyarakat.

"Forum ini penting karena tidak hanya melibatkan kepala daerah, kejaksaan, polisi dan TNI, tapi harus melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat. Ini ingin kita bangun sampai di tingkat desa," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo kepada wartawan dalam acara Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama di Hotel Sahid, Jaksel, Senin (21/12/2015).

Dia menganggap peran tokoh agama dan organisasi masyarakat penting untuk menangkap paham radikalisme dan terorisme yang menyebar di masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan keinginan Presiden yang meminta agar kedua paham tersebut hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus yang berhubungan dengan radikalisme, terorisme, maka peran tokoh agama ini sangat penting. Forum ini ingin mempertegas kembali, bukan deklarasi tidak. Instruksi Presiden sudah jelas, kita harus memerangi radikalisme dan terorisme dan itu yang harus dikomandani oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat," jelas Tjahjo.

Dalam acara ini beberapa perwakilan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat turut hadir untuk memperlihatkan komitmennya dalam menjaga harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama. Bak virus yang sudah menyebar, para tokoh agama dan tokoh masyarakat diminta untuk melakukan penguatan keimanan dari dalam.

"Dengan ancaman radikalisme yang menguat dan ancaman terorisme yang diterima kepolisian hampir setiap hari berarti sudah ada virus yang menjalar. Virus itu yang harus kita matikan dengan agama. Jadi bentengnya adalah masyarakat yang harus memiliki iman yang kuat, untuk bisa menangkal semua virus yang ada," kata Mendagri.

"Misalnya ISIS ya, itu tidak hanya di kelompok Islam saja, tapi sudah masuk ke kelompok agama yang lain, yang jadi donatur juga dari kelompok lain, bukan dari Islam saja. Sehingga tokoh agama sepakat dari dalam akan dilakukan penguatan dalam bentuk keamanan untuk menangkal ajaran yang ada," jelas dia.

(rii/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads