HKTI Minta HPP Gabah Dinaikkan
Jumat, 04 Mar 2005 21:38 WIB
Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) meminta agar pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) atas gabah petani. Kenaikan tersebut untuk mengimbangi naiknya harga BBM yang menyebabkan biaya produksi gabah di tingkat petani juga ikut melonjak."Sebagai salah satu elemen pendapatan petani, kami menganggap sudah waktunya HPP terhadap gabah dinaikkan secara proporsional. Baik gabah kering pungut maupun gabah kering giling, agar mampu mengimbangi naiknya harga BBM," ujar Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto, ketika bersilaturrahmi dengan Presiden, Jumat (4/3/2005) sore ini di Istana Negara, Jakarta.Menurut Prabowo, setiap kenaikan harga gabah akan memberikan dampak ekonomis yang cukup besar bagi petani di pedesaan. Ia menyontohkan setiap kenaikan harga Rp 100 per kilogram untuk produksi gabah sebanyak 53 juta ton berarti akan menambah uang beredar di desa sebanyak Rp 5 triliun."Kami juga menyarankan agar Bulog dapat ditingkatkan kembali fungsi dan perannya sebagai stabilisator harga dan penyanggah stok pangan," usulnya.Pada kesempatan terpisah, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarto Hir, mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga gabah kering pungut (GKP) dari Rp 1.230 per kilogram menjadi Rp 1.330 per kilogram. Sementara harga Gabah Kering Giling (GKG) yang naik dari Rp 1.725 per kilogram menjadi Rp 1.825 per kilogram."Dengan adanya efisiensi, petani masih bisa terima kenaikan GKG sampai Rp 1.800 per kilogram, tapi kalau kenaikannya masih dalam kisaran di bawah Rp 1.800 per kilogram, itu tidak ada artinya," papar Winarto.
(fab/)











































