Refleksi Akhir Tahun DPD, Irman Gusman Singgung Pengunduran Diri Novanto

Refleksi Akhir Tahun DPD, Irman Gusman Singgung Pengunduran Diri Novanto

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 21 Des 2015 13:30 WIB
Refleksi Akhir Tahun DPD, Irman Gusman Singgung Pengunduran Diri Novanto
Foto: Indah Mutiara Kami
Jakarta - Ketua DPD Irman Gusman menyampaikan refleksi akhir tahun 2015 berisi isu-isu penting sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah soal kegaduhan politik yang berujung pada pengunduran diri Setya Novanto dari posisi ketua DPR.

Refleksi akhir tahun 2015 ini mengambil tema 'Memantapkan Konsolidasi Nasional Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN'. Irman memberikan penekanan akan peristiwa-peristiwa yang menjadi milestones.

"Menjelang penutup tahun 2015 ini, negara kita juga dilanda 'kegaduhan politik' khususnya isu perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia," kata Irman dalam pidatonya di Lobby DPD, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tentu patut prihatin, karena 'kegaduhan politik' tersebut akhirnya merembet menjadi 'krisis' di parlemen yang berakhir dengan pengunduran diri Ketua DPR RI," sambungnya.

Isu penting berikutnya adalah soal bencana lingkungan di Sumatera dan Kalimantan yang harus menghadapi asap. DPD sendiri sudah membuat pansus asap dan bekerja saat isu ini merebak.

Irman juga membahas tentang pemilihan pimpinan KPK yang dilakukan oleh DPR. Dia berharap pimpinan baru KPK yang dilantik hari ini bisa bekerja dengan baik.

"Kita mengucapkan selamat kepada pimpinan KPK yang baru yang akan bekerja 4 tahun ke depan sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi di negara kita," ucap senator asal Sumatera Barat ini.

Pilkada adalah peristiwa penting yang perlu digarisbawahi di 2015. Pelaksanaannya dipuji karena dianggap lancar, meski jumlah pemilih masih rendah.

Melewati 2015, tantangan sudah menanti di 2016 yaitu era baru berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Indonesia dianggap sudah punya modal sebagai negara dengan perekonomian nomor 16 di dunia.

"Pemberlakuan MEA merupakan peluang sekaligus tantangan dalam menghadapi abad ekonomi Asia ini," ungkap Irman.

Di 2016, DPD mengajak bangsa untuk memantapkan konsolidasi nasional dan integrasi. Dengan demikian, energi bangsa tidak habis hanya dengan kegaduhan politik yang ada.

"Menutup tahun 2015, semoga saja juga menutup segala kegaduhan yang tidak perlu, dan kita menatap masa depan yang lebih baik dalam suasana yang lebih damai, aman, dan tenteram," tutupnya.

(imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads