Metromini Mogok di Jaktim, Penumpang Pilih Naik Angkot

Metromini Mogok di Jaktim, Penumpang Pilih Naik Angkot

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 21 Des 2015 12:06 WIB
Metromini Mogok di Jaktim, Penumpang Pilih Naik Angkot
Para sopir bus Metromini melakukan aksi mogok massal hari ini. Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2015) pun sepi bus Metromini. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Mogok operasi empat trayek Metromini di Jaktim membuat sebagian penumpang memilih moda transportasi lain. Penumpang memilih naik angkutan kota karena bus bantuan dari Pemprov tidak kunjung melintas.

Pantauan di lapangan, Senin (21/12/2015), puluhan sopir Metromini sejak pagi tadi menyepakati tidak beroperasi. Ini dilakukan sebagai protes atas upaya penindakan Dishub DKI mengandangkan armada tak laik jalan. Mereka juga masih menunggu hasil pertemuan perwakilan Metromini dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Para penumpang memilih menggunakan moda transportas lain yakni angkutan kota Koperasi Wahana Kalpika (KWK) dan commuter line. Ada yang sedih, tapi ada juga yang mengaku tetap mendukung kebijakan Ahok menyikat habis Metromini dari jalanan Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasihan juga kalau Metromini sampai dihapus. Soal itu satu-satunya transportasi murah udah gitu kalau bawa barang banyak juga nggak masalah," ujar Wiwi (30) warga Rusun Perumnas di terminal bayangan Pondok Kopi, Jaktim.

Setiap harinya Wiwi menggunakan Metromini ke Pasar Cipinang. Karena Metromini hari ini mogok operasi, dirinya terpaksa beralih ke angkutan umum lainnya.

"Satu sisi memang kalau dilihat memang Metromini itu sudah tidak layak, tetapi ada solusi lain seperti diremajakan kembali atau nggak bagaimana," sambungnya.

Senada dengan Wiwi, Abdul Latif sempat kebingungan dengan mogoknya Metromini. Apalagi di wilayah Pondok Kopi tak terlihat mobil bantuan dari Pemprov untuk mengangkut para penumpang.

"Katanya ada transportasi Mayasari Bakti, tapi dari tadi tidak lewat-lewat. Sedangkan mau naik KRL saya tidak punya kartunya," papar Abdul.

Abdul menuturkan penghapusan Metromini ibarat buah simalakama. Satu sisi dirinya berang melihat aksi ugal-ugalan para sopir Metromini.

"Tapi kita juga masih butuh transportasi seperti itu, sekarang kalau naik TransJ harus naik turun tangan halte TransJ. Untuk orang setua saya sudah tidak kuat, sedang memilih transportasi lain ongkosnya juga mahal," ujarnya.

Di terminal bayangan Pondok Kopi ada 4 trayek Metromini yang biasa mangkal menunggu penumpang yakni Metromini 56 Jurusan Kampung Melayu-Pondok Kopi, Metromini 42 jurusan Pulogadung-Pondok Kopi, Metromini 47 jurusan Senen-Pondok Kopi, dan Metromini 52 jurusan Kampung Melayu-Pulogebang. Siang ini tidak ada yang terlihat beroperasi. (edo/fdn)


Berita Terkait