Ajukan Agus Gumiwang Jadi Ketua DPR, Agung Cs: Kami Juga Siap Kocok Ulang!

Ajukan Agus Gumiwang Jadi Ketua DPR, Agung Cs: Kami Juga Siap Kocok Ulang!

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 21 Des 2015 12:04 WIB
Ajukan Agus Gumiwang Jadi Ketua DPR, Agung Cs: Kami Juga Siap Kocok Ulang!
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dua kubu pengurus Golkar masing-masing menunjuk ketua DPR pilihannya untuk menggantikan Setya Novanto. Hanya saja, kubu Agung Laksono masih membuka peluang kocok ulang pimpinan DPR yang membuat Golkar melepas posisi ketua DPR.

Waketum Golkar hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso menuturkan bahwa pihaknya masih ingin berdiskusi dengan kubu Aburizal Bakrie soal siapa ketua DPR yang diajukan. Seperti yang diketahui, kubu Agung mengajukan nama Agus Gumiwang setelah Ical sudah lebih dahulu menunjuk Ade Komaruddin.

Namun, bila opsi duduk bersama itu tidak digubris, Kubu agung beralih ke opsi selanjutnya. Hal itu sudah dibahas di Rapimnas Golkar hasil Munas Ancol kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tidak bisa diselesaikan dengan baik dan ternyata masih dualisme, di Rapimnas muncul opsi agar Golkar bisa diperkenankan dapat posisi ketua DPR atau bila ada wacana kocok ulang, kami juga siap, rela juga," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015). Belum diketahui tujuan Priyo ke Gedung DPR.

Jika kocok ulang diadakan, Golkar mendukung bila jatah pimpinan DPR diserahkan ke parpol dengan pemilik suara terbanyak. Dengan demikian, Golkar hanya menduduki posisi wakil ketua DPR.

"Misal kembali ke tradisi lama, Golkar siap. Kalau diperkenankan ketua DPR ya kami siap," ujar mantan wakil ketua DPR ini.

Untuk mensukseskan niatan itu, Golkar kubu Agung sudah menjalankan lobi-lobi. "Kami sudah menugaskan teman-teman di DPR yang berkiblat kepada kami, untuk melobi partai lain," imbuh Priyo.

Soal pimpinan DPR yang mengaku belum menerima surat dari pengurus Golkar hasil Munas Ancol, Priyo meminta mereka tidak berpura-pura. Kubu Ancol sudah menerima tanda terima surat.

"Sudahlah, surat tidak bisa ditahan. Kalau sudah dapat tanda terima, siapapun dia pasti akan baca surat itu. Saya pernah 5 tahun pimpin DPR,Β  kalau melampaui kewenangannya, akan rawan menghadapi gugatan," ungkapnya.

(imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads