Waketum Golkar hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso menuturkan bahwa pihaknya masih ingin berdiskusi dengan kubu Aburizal Bakrie soal siapa ketua DPR yang diajukan. Seperti yang diketahui, kubu Agung mengajukan nama Agus Gumiwang setelah Ical sudah lebih dahulu menunjuk Ade Komaruddin.
Namun, bila opsi duduk bersama itu tidak digubris, Kubu agung beralih ke opsi selanjutnya. Hal itu sudah dibahas di Rapimnas Golkar hasil Munas Ancol kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kocok ulang diadakan, Golkar mendukung bila jatah pimpinan DPR diserahkan ke parpol dengan pemilik suara terbanyak. Dengan demikian, Golkar hanya menduduki posisi wakil ketua DPR.
"Misal kembali ke tradisi lama, Golkar siap. Kalau diperkenankan ketua DPR ya kami siap," ujar mantan wakil ketua DPR ini.
Untuk mensukseskan niatan itu, Golkar kubu Agung sudah menjalankan lobi-lobi. "Kami sudah menugaskan teman-teman di DPR yang berkiblat kepada kami, untuk melobi partai lain," imbuh Priyo.
Soal pimpinan DPR yang mengaku belum menerima surat dari pengurus Golkar hasil Munas Ancol, Priyo meminta mereka tidak berpura-pura. Kubu Ancol sudah menerima tanda terima surat.
"Sudahlah, surat tidak bisa ditahan. Kalau sudah dapat tanda terima, siapapun dia pasti akan baca surat itu. Saya pernah 5 tahun pimpin DPR,Β kalau melampaui kewenangannya, akan rawan menghadapi gugatan," ungkapnya.
(imk/tor)











































