Empat trayek Metromini yang biasa beroperasi di Jakarta Timur ikut mogok. Puluhan sopir memilih duduk santai di sepanjang trotoar Jalan I Gusti Ngurah Rai, Pondok Kopi.
Hari ini merupakan hari ketiga para sopir Metromini tidak beroperasi. Para sopir tidak berdemo hanya duduk santai di bawah jembatan layang Pondok Kopi termasuk di trotoar.
"Hari ini tidak melakukan demonstrasi. Kita sudah percayakan perwakilan dari masing-masing depo, kalau dibekukan baru kita demontrasi," ujar Koordinator Metromini 47, Fendi di terminal bayangan Pondok Kopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sopir Metromini di trotoar Pondok Kopi, Jaktim, Senin (21/12/2015). Foto: Edward F.K/detikcom |
(Baca juga: Metromini di Blok M Mogok, Penumpang Tidak Peduli)
Di terminal bayangan Pondok Kopi ada 4 trayek Metromini yang biasa mangkal menunggu penumpang yakni Metromini 56 Jurusan Kampung Melayu-Pondok Kopi, Metromini 42 jurusan Pulogadung-Pondok Kopi, Metromini 47 jurusan Senen-Pondok Kopi, dan Metromini 52 jurusan Kampung Melayu-Pulogebang. Siang ini tidak ada yang terlihat beroperasi.
"Kami menunggu keputusan teman-teman perwakilan di kantor gubernur, harapan kami ada solusi yang bagus," ujar Sihombing, sopir Metromini 52.
(Baca juga: Ahok: Metromini Mogok, Sikat Habis Sudah!)
Sihombing mengatakan banyak Metromini yang masih laik jalan. Tapi sebagian sopir mengaku tetap takut kendaraannya dikandangi Dishub.
"Sekarang kalau ditawarkan jadi supir TransJ mustahil karena dampak pembekuan Metromini membuat ribuan supir terancam tidak bekerja," imbuh dia.
Sihombing memilih agar Metromini diremajakan bukan dihapus. Para sopir juga bersedia dibina.
"Kalau mau menertibkan angkutan di DKI Jakarta jangan dihapuskan, kami siap dibina tetapi jangan binasakan kami. Pemprov harus bisa berikan subsidi dan jaminan," harapnya. (edo/fdn)












































Sopir Metromini di trotoar Pondok Kopi, Jaktim, Senin (21/12/2015). Foto: Edward F.K/detikcom