"Yang kami terima hanya satu. Saat paripurna ada interupsi, tapi tidak ada suratnya. Saya sudah cek ke sekretariat," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakpus, Senin (21/12/2015).
Dia menegaskan bahwa pimpinan DPR tidak ingin memasuki kisruh internal di Partai Golkar. Agus menjelaskan bahwa pihaknya hanya memproses surat yang ada yang saat ini, yaitu dari Golkar kubu Ical.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Gumiwang |
Meski putusan MA sudah memenangkan kubu Ical, kubu Agung masih memegang SK Kemenkum HAM sebagai pengurus yang sah. Oleh sebab itu, mereka merasa sebagai pihak yang berwenang menunjuk ketua DPR pengganti Setya Novanto.
Di sela-sela paripurna penutupan masa sidang pada Jumat (18/12) lalu, politikus Golkar kubu Ancol, Dave Laksono sempat mengajukan interupsi. Dia minta surat itu dibacakan.
"Kami dari pengurus Golkar sudah menyampaikan surat ke pimpinan, mohon itu dibaca juga terlebih dahulu," ucap Dave.
Putra Agung Laksono ini menambahkan bahwa pihaknya sudah mengantongi tanda terima surat. Namun, Fadli Zon yang berlaku sebagai pimpinan sidang paripurna menegaskan bahwa belum ada surat dari Golkar kubu Ancol.
Pimpinan DPR sebelumnya sudah menerima surat dari pengurus Golkar kubu Ical yang menyodorkan nama Ade Komarudin. Ade rencananya akan dilantik pada Januari 2016. (imk/tor)












































Agus Gumiwang