"Saya desak TNI AU selidiki sebab musabab jatuhya pesawat tersebut. Apakah ada kelemahan teknis dari pesawat tersebut," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq melalui pesan singkat, Senin (21/12/2015).
T-50i Golden Eagle merupakan pesawat tempur latih yang dimiliki TNI AU dan tergolong baru. Pesawat buatan Korean Aero Industries (KAI) Korea Selatan ini disiapkan untuk menggantikan Hawk MK-53.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini terjadi saat acara Gebyar Dirgantara 2015 di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Dua orang pilot yang tewas adalah Kapten (Pnb) Dwi Cahyadi dan Letkol Marda Sarjono.
"Prihatin terhadap jatuhnya pesawat latih T-50 TNI yang mengakibatkan gugurnya 2 pilot," ujar Mahfudz mengungkapkan bela sungkawa.
TNI Angkatan Udara sendiri sudah membentuk tim investigasi terkait jatuhnya pesawat tempur T-50i Golden Eagle di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Tim investigasi ini diketuai langsung Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja.
"Ini harus dipegang. Ini yang kita investigasi dulu. Karena kita harus satu persatu 5M. Percayakan kepada saya. Saya bertanggung jawab terhadap berita-berita itu. Dalam penyelidikan pesawat itu tak ada batas waktu. Karena ini detail, bisa sebulan atau bisa tahunan," ujar Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto di Gedung Suma III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015). (imk/hri)











































