Komisi I DPR Desak Kelemahan Teknis Golden Eagle Diselidiki

Pesawat Jatuh di Airshow

Komisi I DPR Desak Kelemahan Teknis Golden Eagle Diselidiki

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 21 Des 2015 09:49 WIB
Komisi I DPR Desak Kelemahan Teknis Golden Eagle Diselidiki
Jenazah Kapten (Pnb) Dwi Cahyadi dan Letkol Marda Sarjono (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Jakarta - Insiden jatuhnya pesawat T-501i Golden Eagle yang menewaskan 2 pilot harus diselidiki secara tuntas. TNI AU juga didesak untuk mendalami kelemahan teknis pesawat tempur yang masih berusia cukup baru itu.

"Saya desak TNI AU selidiki sebab musabab jatuhya pesawat tersebut. Apakah ada kelemahan teknis dari pesawat tersebut," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq melalui pesan singkat, Senin (21/12/2015).

T-50i Golden Eagle merupakan pesawat tempur latih yang dimiliki TNI AU dan tergolong baru. Pesawat buatan Korean Aero Industries (KAI) Korea Selatan ini disiapkan untuk menggantikan Hawk MK-53.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika ada (kelemahan teknis), maka semua pesawat tersebut harus diperiksa ulang agar tidak ada kecelakaan sama pada masa yang akan datang," ungkap politikus PKS ini.

Insiden ini terjadi saat acara Gebyar Dirgantara 2015 di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Dua orang pilot yang tewas adalah Kapten (Pnb) Dwi Cahyadi dan Letkol Marda Sarjono.

"Prihatin terhadap jatuhnya pesawat latih T-50 TNI yang mengakibatkan gugurnya 2 pilot," ujar Mahfudz mengungkapkan bela sungkawa.

TNI Angkatan Udara sendiri sudah membentuk tim investigasi terkait jatuhnya pesawat tempur T-50i Golden Eagle di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Tim investigasi ini diketuai langsung Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja.

"Ini harus dipegang. Ini yang kita investigasi dulu. Karena kita harus satu persatu 5M. Percayakan kepada saya. Saya bertanggung jawab terhadap berita-berita itu. Dalam penyelidikan pesawat itu tak ada batas waktu. Karena ini detail, bisa sebulan atau bisa tahunan," ujar Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto di Gedung Suma III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015). (imk/hri)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads