"Densus 88 menangkap 4 orang terduga teroris. Di mana 3 orang tertangkap di Jalan Empunala Kota Mojokerto dan satu orang ditangkap di Gresik," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Budhi Herdi Susianto usai mengawal penggeledahan rumah terduga teroris di Kecamatan Puri, Minggu (20/12/2015).
Ketiga terduga teroris yang dicokok tim Densus 88 di Jalan Empunala adalah Indraji Idham Wijaya (28) asal Banyumas, M Choirul Amin (38) asal Semarang, serta Bambang Sugito (40) alias Teguh alias Basuki asal Magelang. Sementara pria yang ditangkap di Gresik berinisial JA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budhi menjelaskan, kelompok teroris ini merupakan pentolan Jemaah Islamiyah. Mereka memiliki posisi penting di salah satu organisasi teroris yang berafiliasi dengan Al Qaeda piminan Osama Bin Laden di Afganistan itu.
"Mereka ini orang yang dalam posisi penting pada kelompok tersebut. Mereka ahli dalam pembuatan senjata dan strategi," ujarnya.
Dia menambahkan, kelompok teroris ini disinyalir sudah merencanakan serangkaian teror pada perayaan Natal dan tahun baru 2016. Pasalnya, hasil penggeledahan di 4 rumah terduga teroris itu, tim Densus 88 menemukan beberapa rangkaian elektronik yang diduga akan menjadi rangkaian bom.
"Tim menemukan rangkaian-rangkain. Itu akan dicocokkan dengan rangkaian di setiap TKP. Kemungkinan merupakan senjata yang akan mereka gunakan untuk melakukan penyerangan," sebutnya.
Namun, lanjut Budhi, tim Densus 88 dibantu Gegana Polda Jatim masih menelusuri bahan peledak milik kelompok ini. "Tim masih melakukan penelusuran. Mereka biasa memencar bahan-bahan yang ada. Ada disimpan di satu rumah dan rumah yang lain. Ini modus mereka agar terhindar dari endusan polisi dan tim Densus 88," tandasnya.
Sementara itu, saat menggeledah rumah terduga teroris Bambang Sugito alias Teguh alias Basuki di Dusun Sambiroto, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Tim Densus 88 Mabes Polri menemukan 2 jerigen berisi cairan berwarna bening dan gelap.
Foto: Cairan yang disita Tim Densus 88 (Enggran/detikcom) |
Tak lama setelah masuk ke dalam rumah, tim Densus menyita 2 buah jerigen plastik berukuran sedang. Densus 88 juga membawa CPU komputer dari dalam rumah sederhana itu. 3 Alat bukti itu dibawa petugas ke mobil yang sudah disiapkan di ujung gang Dusun Sambiroto.
"Apa yang didapati tim Densus pasti ada kaitannya baik langsung maupun tidak langsung dengan jaringan teroris ini. Orang ini ahli senjata, kami tidak tahu apakah cairan itu bisa diubah secara kimia menjadi bahan peledak atau bagaimana," terang Budhi.
Namun demikian, cairan dalam jerigen tersebut akan dianalisa oleh Densus 88. "Dari tim Densus akan menganalisa apakah itu kaitannya dengan bahan peledak. Sejauh ini tim sudah menemukan sejumlah bahan yang itu masih didalami," imbuhnya.
Budhi menambahkan, tim Densus 88 antiteror juga menemukan rangkaian elektronik dari rumah terduga teroris yang ditangkap di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Temuan itu akan dicocokkan dengan rangkaian di setiap TKP.
"Kemungkinan merupakan senjata yang akan mereka gunakan untuk melakukan penyerangan," ucap Budhi.
Penggeledahan oleh tim Densus 88 dan Gegana Polda Jatim selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara istri terduga teroris Bambang dan 4 anaknya masih berada di dalam rumah yang sudah dipasangi garis polisi itu. (bal/bal)












































Foto: Cairan yang disita Tim Densus 88 (Enggran/detikcom)