"Saat ini produksi kakao kita masih berada pada urutan ketiga dunia di bawah Pantai Gading dan Ghana. Dengan luas lahan sebesar 1,7 juta hektar, sebenarnya sudah dapat mengangkat Indonesia menjadi urutan pertama dunia," ujar JK lewat keterangan pers, saat memimpin rapat koordinasi pengembangan kakao di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (20/12/2015).
JK mengatakan, untuk mencapai peringkat teratas sebagai negara penghasil kakao, maka yang diperlukan adalah peningkatan hasil produksi. Salah satu jalannya adalah dengan melakukan penyuluhan dan mengerti soal budidaya kakao.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kurangnya bibit kakao serta umur tanaman menjadi masalah utama yang juga dihadapi oleh petani.
"Harus ada pendampingan, penyuluhan, dan bibit bagi petani agar petani kita dapat meningkatkan produksinya," ucap JK. (tfq/miq)











































