Terduga Teroris di Mojokerto Mengaku Bekerja Sebagai Penjual Jamu Herbal

Terduga Teroris di Mojokerto Mengaku Bekerja Sebagai Penjual Jamu Herbal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 20 Des 2015 15:50 WIB
Terduga Teroris di Mojokerto Mengaku Bekerja Sebagai Penjual Jamu Herbal
Rumah terduga teroris diberi garis polisi. Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Selain menggerebek sarang terduga teroris di Jalan Empunala dan Trowulan, Densus 88 Mabes Polri juga menyasar sebuah rumah di Dusun Sambiroto, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Rumah ini disewa salah seorang terduga teroris yang diketahui bernama Bambang Sugito (40) asal Magelang, Jawa Tengah.

Terduga teroris Bambang menyewa rumah milik almarhum Siti Aslikah. Kakak kandung Siti yang kini merawat rumah tersebut, Sukardi (70) mengatakan, Bambang dan keluarganya menyewa rumah tersebut sejak Bulan Juli 2015.

"Kepada saya dan warga sekitar mengaku namanya Bambang asal Magelang Jawa Tengah," kata Sukardi kepada wartawan, Minggu (20/12/2015).
Rumah tersebut disewa oleh terduga teroris. Foto: Enggran/detikcom

Menurut dia, Bambang tinggal di rumah tersebut bersama seorang istri dan 4 anaknya. Sehari-hari, Bambang dan 4 anaknya rutin salat berjamaah di Musala Darussalam yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah kontrakan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara sang istri, lanjut Sukardi, biasa memakai jilbab dengan ukuran besar. Dia sehari-hari hanya mengantar sekolah keempat anaknya yang masih duduk di bangku Playgroup, TK, dan SD. Lokasi sekolahan berada di Dusun Sambiroto.

"Pak Bambang ini mengakunya kerja di Jalan Empunala (Kota Mojokerto). Dia bilang meramu jamu herbal," ujarnya.

Bambang diduga satu dari 3 orang yang ditangkap Densus 88 anti teror di Rumah Terapi di Jalan Empunala No 78 Kota Mojokerto, Sabtu (19/12) malam.

Terkait identitas terduga teroris di Dusun Sambiroto ini, Kepala Dusun Supadi membenarkannya. Menurut dia, nama itu sesuai dengan kartu keluarga dan KTP yang diserahkan saat keluarga asal Magelang itu awal mula menempati rumah.
Terduga teroris mengaku bekerja sebagai peramu jamu herbal. Foto: Enggran Eko/detikcom

Senada dengan keterangan Sukardi, menurut Supadi Bambang aktif mengikuti kegiatan masyarakat. Tidak ada gelagat mencurigakan dari sosok terduga teroris ini.

"Istrinya Pak Bambang itu setahu saya kalau mengantar anaknya sekolah memakai cadar," ungkapnya.

Pengamatan detikcom di lokasi, rumah yang disewa keluarga Bambang ini baru dipasangi garis polisi sekitar pukul 10.30 WIB. Sejumlah polisi berseragam dan berpakaian preman terlihat berjaga di sekitar rumah. Sementara kondisi rumah dalam keadaan tertutup rapat.

Penyergapan oleh Densus 88 anti teror di Jalan Empunala 78 menangkap 3 orang yang diduga anggota teroris, Sabtu (19/12) malam. Rumah yang digunakan untuk terapi pijat itu disewa oleh Indraji Idham Wijaya (28) asal Banyumas, Jawa Tengah sejak Juli 2015.

Usai penyergapan pertama, Densus 88 menggerebek rumah kontrakan di Desa/Kecamatan Trowulan. Rumah tersebut disewa terduga teroris M Choirul Amin asal Semarang, Jawa Tengah. Penggerebekan pun dilanjutkan ke rumah terduga teroris Bambang di Dusun Sambiroto. (bag/bag)


Berita Terkait